UPACARA Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI untuk tingkat Magelang dilaksanakan di Lapangan Rindam IV Diponegoro. Bertindak sebagai inspektur upacara Wali Kota Sigit Widyonindito MT. Dalam sambutannya, wali kota meminta dengan semangat proklamasi, masyarakat bisa menjaga kedaulatan bangsa dan negara, serta stabilitas nasional.”Kami harus senantiasa waspada terhadap tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar,” kata Sigit kemarin (17/8).Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Magelang, perwakilan Polri, TNI, pelajar, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sejumlah ormas, ia meminta agar semangat proklamasi bisa dijadikan motivasi rakyat untuk makin bersatu padu membangun Indonesia.”Kami harus peka adanya indikasi yang bisa menganggu kondusivitas masyarakat, menghambat kelancaran pembangunan, serta mengancam kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta,” pintanya.
Usai pelaksanaan upacara, wali kota mencanangkan nama jalan baru. Yaitu, Jalandr. Koesen Hirohoesodo di lingkungan Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) IV Diponegoro Kota Magelang. Penetapan nama jalan tersebut merupakan penghormatan dan mengenang jasa Ayah dari Endang Kusuma Inten Soeweno, mantan Menteri Sosialera Orde Baru pada Kabinet Pembangunan IV.”Pencanangan nama jalan atas permohonan dari Komandan Rindam IV Diponegoro yang ditindaklanjuti terbitnya Surat Keputusan Wali Kota Magelang Nomor 135.7/61/112 tentang penetapan nama jalan di lingkungan Rindam IV Diponegoro Kota Magelang,” ungkap Sigit.
Dr H Koesen Hirohusodo merupakan mantan dokter pribadi Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman. Pemilihan nama Koesen menggantikan nama Jalan Ksatrian yang menghubungkan Jalan A Yani, Kota Magelang dengan kompleks Rindam IV/Diponegoro Magelang karena ingin memberikan pengetahuan pada generasi muda soal sosok pahlawan dari Kota Magelang.Komandan Rindam (Danrindam) IV/Diponegoro Kolonel Mochammad Hasan mengatakan, pemberian namaJalan Bridjend TNI dr H Koesen Hirohusodo mendapat persetujuan DPRD Kota Magelang. Selain merubah nama Jalan Ksatrian yang menghubungkan Jalan A Yani dengan Kompleks Rindam IV/Diponegoro, jalan-jalan sekitar Lapangan Rindam IV juga dirubah. Yakni, Jalan Ksatrian Utara diganti menjadi Jalan Bridjend TNI dr H Koesen Hirohusodo Utara. Hal sama berlaku untuk Jalan Ksatrian Timur, Selatan dan Barat.”Penggantian nama jalan ini untuk memberikan pengetahuan bagi generasi muda, di Kota Magelang pernah ada seorang pahlawan kemerdekaan yang melawanKolonial Belanda,” katanya.
Ia memaparkan, dr Koesen dikenal sebagai dokter spesialis. Ia juga seorang prajurit TNI yang tangguh dan berdedikasi. Ini terbukti, pada usianya yang masih muda, 38 tahun, Koesen menyandang pangkat kolonel. Kiprah Koesen dikenal saat agresi militer Belanda kedua tahun 1949. dr Koesen yang merupakan dokter pribadi Panglima Besar Jenderal Soedirman. Ia selalu mendampingiJenderal Soedirman untuk merawatnya sampai wafat di Jalan Ade Irma Suryani C-7, Badaan, Kota Magelang yang kini dijadikan Museum Sudirman.”Kami berharap generasi muda di Kota Magelang mengenal salah satu pejuang dan tentara yang pernah ada di Kota Magelang,”kata Mochamad Hasan.Mantan Menteri Sosial Kabianet Pembangunan IV Endang Kusuma Inten Soeweno mengaku senang dan bangga atas diabadikannya nama ayahnya sebagai nama jalan di Kota Magelang. Ia mewakili keluarga besarnya berharap, pemberian nama Jalan Koesen Hirohusodo berguna bagi masyarakat Kota Magelang.(dem/hes)