PRAMBANAN – Sejumlah wisatawan kecewa saat bertamasya ke Candi Ijo yang berada di Padukuhan Groyokan, Sambirejo, Prambanan kemarin (19/8). Kekecewaan bukan terhadap area peninggalan candi Hindu itu. Mereka kecewa buruknya akses jalan menuju candi yang terletak di Perbukitan Batur Agung itu. Jalan sejauh sekitar satu kilometer rusak parah. Lubang menganga dan aspal mengelupas mengakibatkan roda kendaraan tidak bisa berputar langsam. Apalagi jalanan berkelok-kelok serta naik turun yang mengharuskan wisatawan ekstra hati-hati. “Nggak seperti informasi di internet. Ternyata akses menuju candi ini parah,” keluh Minarsih, 24, wisatawan asal Jakarta.
Kasus serupa pernah terjadi di kawasan Candi Sambi Sari di Kalasan. Kritik dan masukan dari masyarakat segera direspon pemerintah dengan perbaikan jalan menuju candi tersebut. Nah, bagaimana dengan Candi Ijo. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi mengakui, perkembangan potensi wisata di Candi Ijo sedikit terhambat karena akses jalan yang buruk. Padahal, daya tarik objek wisata yang mengandalkan panorama perbukitan cukup potensial sebagai penambah pendapatan asli daerah. “Sayangnya akses jalan mengkhawatirkan sehingga membuat pengunjung tak nyaman,” sesalnya.
Ayu berencana mengajukan usulan bantuan perbaikan jalan kepada Pemprov DIJ. Ayu meyakini, potensi Candi Ijo bisa menjadi pelengkap objek wisata berbasis sejarah candi yang tersebar di wilayah Prambanan. Selain Candi Roro Jonggrang (Prambanan), di kawasan tersebut terhampar Candi Ratu Boko, Candi Sambisari, Candi Gebang, Candi Sewu, dan Candi Banyunibo. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Sleman Mirza Anfansury mengungkapkan, kerusakan jalan menuju Candi Ijo disebabkan lindasan roda truk bermuatan batu putih dan hitam yang melintas kawasan tersebut setiap hari. “Apalagi kondisi tanahnya labil, sehingga jalan cepat rusak,” katanya. Dinas PUP berencana melakukan perbaikan total pada 2016. Yakni dengan membuat bangunan jalan beton untuk menguati tanah yang labil. Perencanaan dilakukan selama 2015.(yog/din)