MUNGKID – Kendaraan yang melintas di jalur Magelang-Jogjakarta via Bambu Runcing sering tersendat. Terutama sejak dilakukan pengalihan arus lalu lintas di Kecamatan Muntilan tersebut.Kendaraan pribadi dan sepeda motor tak jarang pada waktu bersamaan terlibat kemacetan. Kondisi itu semakin parah saat ada truk kontainer yang melintas daerah tersebut.Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Jalan (Dikyasa) Satlantas Polres Magelang Iptu Muhammad Ahdi menyatakan, kepadatan arus diruas jalur Muntilan karena adanya truk-truk bertonase 10 ton. Kebanyakan truk tersebut berasal dari arah Jogjakarta. “Truk yang lebih dari 10 ton berasal dari Jogja. Truk melintas Jogja karena adanya pengalihan arus dari Purworejo. Sehingga, truk memilih jalur ini. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Muntilan menjadi lebih padat,” papar Ahdi kemarin (18/8).
Ia menjelaskan, truk yang bermuatan lebih dari 10 ton dari Purworejo dilewatkan Jogja. Ini untuk menghindari tanjakan Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo yang cukup terjal. “Kebetulan di sini sedang ada pengalihan arus, sehingga menjadi tambah padat,” tuturnya.Meski demikian, adanya pengalihan truk bertonase 10 ton tersebut, tidak mengganggu arus lalu lintas di Muntilan. Tidak ada kemacetan di jalur itu yang memakan waktu lama. Jikalau ada penumpukan kendaraan, hanya terjadi pada Jam-jam tertentu saja. Mengatasinya, Satlantas Polres Magelang menyiagakan personel untuk mengurai kemacetan tersebut.”Kalau yang padat arusnya, biasanya saat jam anak masuk sekolah. Tetapi yang rutin terjadi antara pukul 15.00 – 18.00,” jelasnya.
Seperti diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang dan Polres Magelang mengalihkan arus kendaraan dari Magelang menuju Jogja lewati jalur Bambu Runcing, Muntilan. Jalur searah dibuat dua arah mulai Senin (11/8). Karena ada tiga jembatan yang diperbaiki. Yaitu, Jembatan Kali Bangkong, Kali Kecis, dan Kali Lamat.Salah satu pengguna jalan, Setiawan Dodo mengaku kepadatan arus kerap terjadi setiap harinya di jalur Jogjakarta-Magelang via Bambu Runcing, Muntilan. Selain jalur menjadi lebih sempit karena menjadi dua arah, ini juga dipicu banyaknya truk berkapasitas lebih dari 10 ton melintas dari arah Jogjakarta. “Kepadatan arus kerap dirasakan saat jam-jam sibuk di depan Pasar Muntilan. Akibat padatnya arus itu, tak jarang ia juga terjebak kemacetan meski tidak berlangsung lama. Biasanya terjadi kepadatan pada sore hari. Saat itu kendaraan cukup ramai,” paparnya.Dikatakan, banyak kendaraan yang mengantri cukup lama melintas. Biasanya, wilayah yang ramai dengan penyeberang jalan berada di depan Pasar Muntilan dan Terminal bus Muntilan.(ady/hes)