ADA ekskul baru di SD Pangudi Luhur Jogja (PL), yakni ekskul Jurnalistik. Untuk mewujudkan itu, pihak sekolah pun menggandeng Ekspresi Radar Jogja. Akhirnya disepakati ekskul Jurnalistik akan diberikan selama tahun ajaran 2014/2015. Dan hari Sabtu kemarin (16/8) adalah pertemuan perdana tim Ekspresi dengan jurnalis-jurnalis cilik dari SD yang ada di Jalan Senopati ini. Pesertanya imut-imut, ada 15 anak yang terdiri dari kelas 3mpat dan lima. “Lima belas anak yang tergabung ini anak-anak yang cerdas dan aktif, mereka unggul di kelasnya,” papar Wahyu, guru pendamping dari SD PL Jogja.
Pertemuan perdana itu berlangsung seru. Sesuai yang disampaikan, mereka sangat bersemangat ketika harus masuk di kelas jurnalistik. Komentar dan pertanyaan yang mereka ajukan lucu-lucu. Perkenalan berjalan selama satu jam lebih karena beragamnya pertanyaan mereka. “Sehari mandi berapa kali? Apa hobimu? Kamu koq bisa hitam?” dan masih banyak pertanyaan lucu lainnya. Jawabanya yang mereka berikan saat ditanya pun menggemaskan. Seperti, “Apa cita-citamu?” tanya salah satu crew Ekspresi. Jawabnya sederhana. “Jadi Theo!” jawab salah satu anak bernama Theo.
Canda dan tawa jadi bumbu kental di ekskul Jurnalistik. Tapi mereka sangat konsekuen dengan tanggung jawab yang diberikan. Di akhir kelas mereka sudah menyiapkan pantun, puisi, menggambar komik, menulis cerpen, dan menulis humor untuk ditampilkan dalam majalah dinding (madding) bertema Kemerdekaan. Dibantu kakak-kakak dari Ekspresi materi mading itupun disortir, dan mereka dikenalkan dengan layout untuk membuat mading yang akan dipasang Sabtu depan.
Ekskul jurnalistik enggak mengarahkan anak-anak yang ikut untuk menjadi wartawan. Bahkan anak-anak pun tidak tertarik untuk menjadi wartawan. Itu terbukti saat mereka ditanya. “Siapa yang mau jadi wartawan?” Anak-anak diam dan senyum-senyum. Banyak dari mereka mengikuti ekskul karena penasaran apa itu jurnalistik. Rasa penasaran itu sudah menjadi salah satu target ekskul jurnalistik diadakan. Yaitu menumbuhkan rasa ingin tahu.
Bermain sambil belajar menjadi metode ekskul bersama tim Ekspresi. “Kita tidak mengarahkan mereka untuk jadi wartawan, karena itu akan mengandaskan kreativitas lainnya. Yang kita pupuk adalah rasa ingin tahu tinggi dan kritis, bertanggung jawab soal waktu dan pendapat mereka, Percaya diri menghadapi orang baru, berani menyuarakan pendapat dan ide, bekerja kelompok, dan kreatif dalam memecahkan persoalan,” jelas Berchman Heroe koordinator Ekspresi Radar Jogja. Nantinya bersama tim Ekspresi para peserta ekskul jurnalistik akan membuat mading 2-3 minggu sekali dan mengadakan Field Trip. “Aku cari ekskul yang asik-asik hehehe,” celetuk Paulin yang duduk di kelas 4. Keasikan dan keseruan kelas perdana bakal diterusin di pertemuan-pertemuan selanjutnya. (dap/man)