PURWOREJO – Lowongan pekerjaan (Loker) yang tersedia di wilayah Provinsi Jawa Tengah, ternyata tak diminati oleh para pencari kerja (pencaker) di Purworejo. Dengan pertimbangan gengsi dan soal upah, para pencaker memilih merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). “Formasi lapangan kerja di Jawa Tengah sebetulnya banyak, seperti perusahaan di Ungaran, Boyolali, Sragen dan Purworejo sendiri. Namun tampaknya, tidak menarik minat para pencari kerja,” kata Aris Widiantoro, Kabid Penempatan Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertras) Kabupaten Purworejo, (18/8).
Menurut Aris, selalu ditanyakan kepada para pencari kerja yang mengurus kartu kuning, dan alasannya selain masalah upah juga gengsi. “Bagi mereka, kalau bisa bekerja di Jakarta, kesannya keren, kalau pulang Lebaran bangga disebut balen Jakarta. Kalau di Jawa Tengah, katanya biasa,” tuturnya.Menurut Aris, sebenarnya Dinsosnakertras sudah berupaya agar para pencari kerja memilih wilayah Jawa Tengah. Bahkan kerja sama dengan BKK SMK dan memasang pengumuman di sekolah kejuruan khususnya, juga sudah dilakukan. Namun upaya itu tidak memberikan hasil. “Kami sudah berusaha untuk memberikan pemahaman, namun kami juga tidak bisa memaksa, karena itu juga merupakan pilihan mereka,” imbuhnya.Sekadar diketahui, jumlah pendaftar AK-1 atau kartu kuning, hingga Juli 2014, ada 8.430 pendaftar. Adapun yang telah ditempatkan bekerja sebanyak 1.078. “Itu yang termonitor melalui Dinsosnakertrans,” pungkasnya. (tom/jko)