KETUA Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti (HS) harus bekerja keras untuk “menyukseskan” laga PSIM Jogja kontra PSS Sleman di Stadion Mandala Krida sore ini. Selain harus memastikan kesiapan stadion, HS juga menghadapi tuntutan gaji dua bulan plus uang sepatu yang dilayangkan pemain. Kemarin, Topas Pamungkas dkk kembali memberanikan diri menggerudug Rumah Dinas (Rumdin) HS. Berbeda dengan aksi pertama ke Balai Kota (Balkot)pada Ramadan lalu, para pemain PSIM ditemui langsung HS.
Usai pertemuan itu, Topas Pamungkas mengatakan, para pemain dijanjikan hak-hak mereka bakal dibayarkan beberapa jam sebelum laga lawan PSS. “Kalau tidak dibayarkan, ya terpaksa kami membubarkan diri. Menghadapi Persinga Ngawi pun juga tidak main,”ungkap Topas. Topas menyatakan rekan-rekannya juga sedang sangat membutuhkan dana segar. Terutama pemain-pemain yang kini sudah berkeluarga. “Saya berharap Pak HS bisa memahami keluhan kami. Saya misalnya yang sebentar lagi bakal jadi bapak. Belum lagi para pemain lain yang sudah berkeluarga,” kata pengusung nomor punggung 11 tersebut.
Penyerang PSIM sayap PSim Tri Handoko juga megaku resah karena ha-haknya tak kunjung dibayarkan. Handoko sejatinya pernah mengalami hal lebih parah saat bayarannya ditunggak berbulan bulan oleh Persis Solo versi LPIS musim lalu. Tapi tetap saja dia ingin nasibnya di PSIM jauh lebih baik daripada di Persis musim lalu. “Yang lebih parah lagi setelah lawatan ke Blitar makanan malah distop. Inilah yang membuat pemain juga galau,” jelas top skor sementara PSIM ini.
Menanggapi aksi pemain ini, HS menanggapi engan senyum. Kata HS ini hanyalah sebuah aksi anak yang ingin menemui orang tuanya. “Jadi jangan anggap aksi pemain ini sebuah aksi penggerudukan. Untuk apa yang terjadi di PSIM sekarang saya juga meminta maaf,” tegasnya.
Sayangnya, HS belum bisa memberikan jawaban pasti apakah dapat memenuhi gaji pemain sebelum laga kontra PSS. HS hanya mengatakan dia akan mengundang jajaran manajemen PSIM. Selain pemain, suporter juga menuntut HS agar segera turun tangan menyelesaikan masalah tunggakan gai pada pemain dan ofisial. “Ya, aksi kami ini juga untuk membantu pemain menuntut ketum membayarkan gaji. Kami tidak ingin perjalanan gemilang PSIM saat ini berakhir dengan cara menyakitkan,” kata salah seorang suporter.(nes/din)