UPAYA menelusuri jejak Rihanatun, 29, tenaga kerja wanita (TKW) yang hilang kontak di Malaysia selama delapan tahun lalu terus dilakukan. Sebelumnya, pada Jumat lalu (15/8), Pemkab Magelang melalui Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) memanggil mantan perangkat Desa Jambewangi yang saat itu mengeluarkan dokumen sebagai syarat menjadi TKW. Yakni Eko Triyono, mantan Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan dan Mantan Kepala Desa Jambewangi R. Widiyanto.Kemarin (18/8), Dianakersostrans Kabupaten Magelang juga memanggil pihak keluarga dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan TKW warga Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis tersebut. Didampingi Kepala Desa Jambewangi Ariyanto, orang tua TKW yang hilang kontak, yaitu Slamet Rohmadi, 59, datang bersama kakak dan adik Rihanatun.Slamet Rohmadi, ayah Rihanatun menyatakan, kedatangannya ke kantor Disnakertransos untuk minta bantuan mencari anaknya. Ia mengaku, sebelum hilang kontak, dirinya pernah mendapatkan surat dari anaknya. Kemarin, surat itu juga dibawa ke kantor Disnakertransos Kabupaten Magelang.
Surat terakhir yang dikirim Rihanatun pada pertengahan 2006 atau beberapa bulan setelah ia berangkat ke Malaysia sebagai TKW. Dalam surat tersebut, terungkap Rihanatun benar bekerja di rumah tangga di JalanLimauNipis, TamanBahtera Nomor 15PosKode 86200SimpangRagamJohor DT. Ditempat itu, ia bekerja sebagai pengasuh anak yang berusia sekitar dua tahun.Dalam surat tersebut, Rihanatun mengaku senang bekerja di tempat tersebut. Karena itu, ia meminta orang tuanya tidak khawatir. Ia juga mohon maaf lahir dan batin, karena surat tersebut datang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sebelumnya, ia minta maaf pada beberapa saudaranya, karena saat berangkat ke Malaysia tidak berpamitan.”Kami datang mencari keberadaan anak saya (Rihanatun). Sudah delapan tahun ini, ia tidak ada kabar. Terus terang, kami kangen dan ingin segera bertemu. Tolong pada Bapak Bupati Magelang untuk mencari dan memulangkan anak saya,” pinta Slamet.Selain pihak keluarga, Disnakersostrans juga memanggil PT Finansiam Karya Utama sebagai PJTKI. Yang hadir, Sunyoto, petugas lapangan (PL) dari PT Finansiam Karya Utama, PJTKI beralamat di Mrangen Kabupaten Demak.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penempatan Kerja Disnakersostrans Kabupaten Magelang Bagus Prasetyo mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan pertama pada pekan lalu. “Pada pertemuan kedua ini, kami memanggil petugas lapangan dari PJTKI untuk mencari tahu proses keberangkatannya,” kata Bagus.Dijelaskan, dari informasi petugas lapangan dari PJTKI itu, Rihanatun berangkat secara legal sebagai TKW di Malaysia. Beberapa bulan setelah bekerja di sana, diketahui Rihanatun pergi tanpa pamit dari majikannya. “Sejak itu, statusnya illegal,” ungkapnya.Menurut Bagus, kepergian Rihanatu dari tempat majikannya tidak atas rekomendasi atau diketahui oleh PJTKI yang memberangkatkannya. Sehigga, pascaberstatus ilegal, pihaknya agak kesulitan mencarinya.Namun, Disnakersostrans berusaha mencari informasi ke PT Finansiam Karya Utama sebagai PJTKI yang memberangkatkannya. Prinsipnya, sejauh Disnakersostrans bisa, akan mencarinya. “Kesulitan kami, jika status Rihanatun ilegal. Jika yang terjadi, kami sulit mencarinya,” katanya.(*/hes)