JOGJA-Pertandingan sarat gengsi antara PSIM Jogja kontra PSS Sleman akhirnya bisa digelar di Stadion Mandala Krida kemarin (19/8). Laga tanpa penonton itu berakhir dengan skor imbang 2-2.Tuan rumah tertinggal dua gol lebih dulu lewat gol Guy Junior di menit ke-36 dan gol Mudah Yulianto di menit ke- 50. Menit ke-51, Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja memperkecil skor lewat gol Eko “Kancil” Budi Santoso. Dan di menit 59, penyerang PSIM Jogja Tony Yuliandri menyamakan skor 2-2. “Saya salut dengan perjuangan para pemain,” puji Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara.Dengan hasil ini, peluang kedua tim untuk lolos ke babak 16 besar mewakili Grup 5 masih terbuka lebar. Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman punya peluang sangat besar. Tambahan satu angka di laga kemarin, menjadikan koleksi poin mereka menjadi 19. Raihan 19 poin ini memang masih bisa disamai penghuni perngkat tiga Persinga Ngawi. Tetapi, Persinga wajib menang minimal 19-0 melawan PSIM Jogja di laga terakhir jika ingin menggagalkan lolosnya PSS. “Kami harus berbenah sejak sekarang untuk menyongsong 16 besar,” kata Pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto.
Sedangkan untuk PSIM, tidak hanya butuh menang melawan Persinga di laga kandang untuk lolos. Selain menang, di laga lain, PSBI harus kalah dari Perseman Manokwari di Stadion Wiliis Madiun. Sementara saat ini PSIM masih berada di posisi empat dengan 15 angka.Laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta di Stadion Mandala Krida ini sejatinya berlabel tanpa penonton. Penonton tidak diperkenankan menyaksikan laga di stadion, karena dalam tahap renovasi. Kebijakan tanpa penonton ini, tidak menyurutkan penonton khususnya suporter tuan rumah untuk datang ke stadion.Tetapi, mereka tidak bisa menyaksikan dari dekat. Mereka pun rela menyaksikannya dari jarak jauh, yakni dari Jalan Gondosuli di sebelah timur stadion. Dari lokasi ini memang memungkinkan untuk bisa menyaksikan laga dari jarak jauh, karena tribun sisi timur memang dirobohkan untuk direnovasi. Polisi pun sengaja menutup Jalan Gondosuli karena dipenuhi suporter PSIM Jogja.
Sama seperti ketika berada di dalam stadion, yel-yel, nyanyian hingga teriakan dari para suporter PSIM Jogja terdengar jelas dari jarak jauh. Mereka mengenakan atribut mayoritas berwarna biru, bendera PSIM, dan atribut lainnya. “Kami sudah sejak jam 14.00 di sini, sengaja ingin nonton PSIM,” ujar Ridho, suporter PSIM asal Kotagede ini. Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, untuk izin pertandingan PSIM Jogja selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi pertandingan kemarin. Selain itu juga tetap mempertimbangkan kondisi stadion. “Tunggu saja evaluasinya seperti apa,” jelasnya.Polresta Jogja mengerahkan 450 personel untuk mengamankan laga derby ini. Pengamanan terutama difokuskan yang berada di ring tiga atau lingkar luar stadion, tempat para suporter berkumpul. Selain untuk mengurai kemacetan, polisi juga disiagakan untuk mengantisipasi jika terjadi bentrok suporter.(nes/pra/din)