JOGJA – Pasar Kangen kembali hadir dengan tema Jogjakarta Tempoe Doeloe. Nuansa lawasan dihadirkan di halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY) hingga 24 Agustus mendatang. Kepala TBY Drs Diah Tutuko mengungkapkan, Pasar Kangen ini adalah salah satu program TBY.”Wujud dari pelesetarian dan pengembangan seni budaya yang dimiliki. Segala potensi kita angkat mulai dari kesenian tradisi hingga kuliner khas lawasan,” kata Diah dalam pembukaan Pasar Kangen, kemarin (18/8).Kegiatan Pasar Kangen ini diakui Diah memiliki nilai budaya dan wisata. Selain mengangkat tradisi budaya, juga mampu menggaet wisatawan. Bahkan antusiasme pengunjung maupun pedagang semakin meningkat dari tahun sebelumnya.Tahun ini Pasar Kangen mendatangkan sebanyak 93 pedang kuliner dan perajin. Selain itu, sebanyak 500 seniman tradisi siap meramaikan suasana Jogja tempo dulu ini. Ragam kesenian tradisi akan dihadirkan setiap harinya di halaman TBY.”Semangat untuk melesetarikan kesenian sangatlah besar. Bahkan para seniman ini telah siap jauh-jauh hari sebelum Pasar Kangen digelar. Para seniman akan bergantian menghibur setiap harinya mulai jam 14.00 hingga 21.00,” kata Diah.
Ketua Panitia Pasar Kangen Sri Eka Kusumaning Ayu mengaku membatasi jumlah partisipan. Ini karena untuk mengoptimalkan lahan dan juga jadwal pementasan. Diakui, jumlah peminat meningkat dari tahun sebelumnya.Untuk stand kuliner sendiri, Eka membatasi hanya untuk kuliner lawas. Ini karena agar sesuai dengan spirit lawasan yang diusung. Bahkan secara tegas, Eka menolak stan yang menjajakan panganan franchise.”Hanya menyajikan penganan seperti gatot, lopis, ketan, tiwul, cenil, wedang uwuh, pecel ndeso, walang goreng, sate koyor, oseng-oseng bledhek, dan kuliner daerah lainnya. Kita menjaga semangat lawasan sebagai tema yang kita usung dalam pasar kangen ini,” kata Eka.
Pengunjung terlihat menikmati suasana tempo dulu ini. Salah satunya adalah seniman wayang kancil Ledjar Soebroto. Mbah Ledjar, panggilan akrabnya, mengaku sudah menanti ajang ini. Menurutnya, ajang ini dapat melepas kangen.Tidak hanya kulinernya saja, semangat lawasan tempo dulu yang menjadi poin penting. Baginya, pasar kangen dapat melahirkan inspirasi dalam berkarya. Bahkan di tempat ini Mbah Ledjar bisa bernostalgia suasana Jogja tempo dulu.”Ada kerajinan lawas seperti cincin akik, pigura, arca batu kecil, wayang karton, hingga topeng kayu. Semua barang ini sudah sangat jarang ditemui, tentunya bisa mengobati rasa kangen yang selama ini tak pernah dinikmati,” kesan Mbah Ledjar.Dalam pembukaan tampil kelompok Keroncong Cahaya Hati. Hadir pula tari klasik Tari Sekar Pudyastuti. Sedangkan pada malam harinya dimeriahkan pergelaran Wayang Topeng Gondowasitan. (dwi/laz)