JOGJA – Pembayaran nontunai (e-money) belakangan semakin banyak digunakan seiringperkembangnya teknologi di masyarakat. Melihathal tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ bersama sejumlah bank akan meluncurkan gerakan nasional nontunai (GNNT) hari ini (20/8).Kepala KPBI DIJ Arief Budi Santoso menjelaskan selain di Jakarta penggunaan e-money di DIJ berkembang cukup pesat. Sejumlah perusahaan perbankan dan nonperbankan kini meluncurkan produk-produk e-money sebagai alat transaksi pembayaran melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. “E-money ini untuk efisiensi dalam pembayaran. Kami berharap penggunaan nontunai meningkat di Jogjakarta. Saat ini persentasenya masih 70 persen tunai,” jelas Arief ditemui di kantornya Selasa (19/8).
Manfaat lain dengan penggunaan e-money adalah keamanan yang lebih terjamin sebab masyarakat tidak perlu mambawa uang berlebih didalam saku. Dengan menggunakan produk berupa kartu, masyarakat sudah bisa melakukan transaksi.Di Jogjakarta sendiri, jelas Arief, penggunaan e-money sudah mulai diterapkan dalam pembayaran Trans Jogja yang dikeluarkan oleh salah satu bank. Selain itu, sejumlah toko jejaring dan supermarket sudah mulai menerapkan pembayaran dengan e-money. “Ada yang sudah bekerjasama dengan sekolah serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ dimana e-money bisa digunakan untuk pembayaran biaya sekolah dan belanja di kantin,” jelasnya.
Arief memaparkan ada dua jenis e-money yakni yang teregistrasi maupun yang tidak teregistrasi. Untuk yang tidak melalui pendaftaran biasanya maksimal pengisian Rp 1 juta. Sedangkan yang teregister maksimal Rp 5 juta. “Untuk yang nonregister bila kartu hilang maka saldo yang didalam akan ikut hilang namun yang terigistrasi masih bisa dilihat dan diketahui dengan menghubungi pihak yang mengeluarkan kartu,” jelasnya.Saat disinggung mengenai jumlah pengguna e-money di DIJ, Arief mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya. “Kami belum memiliki data local, untuk skala nasional sudah mencapai 36 juta produk dengan transaksi mencapai Rp 2,9 trilun pada 2013,” jelasnya.Sementara itu, salah satu produk e-money yang beredar adalah Brizzi yang dikeluarkan oleh Bank BRI. Wakil Pemimpin Wilayah BRI Syafriyan Wahab mengungkapkan saat ini terdapat 140 ribu produk yang sudah dikeluarkan dengan penggunaan maksimal Rp 1 juta. “Kartu Brizzi ini tanpa pin dan bisa dipakai kapan saja, saat ini sudah cukup banyak toko yang menggunakan Brizzi seperti Indomaret dan lain-lain,” terangnya. (bhn/ila)