BANTUL – Bantuan logistik untuk kebencanaan akan dialihkan untuk berbagai kebutuhan mitigasi. Pasalnya, bantuan senilai di atas Rp 500 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut sampai saat ini masih belum digunakan.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menyebutkan bantuan logistik diberikan bulan Mei dan Juni lalu. Bantuan logistik meliputi makanan siap saji, family kit, kids ware, paket sandang, tambahan gizi, hingga lauk pauk. “Ini sebenarnya untuk stok manakala terjadi bencana di Bantul. Mengingat, bencana alam tidak dapat diprediksi,” terang Dwi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (18/8).
Untungnya, sampai pertengahan bulan ini tidak ada bencana alam di kabupaten Bantul. Dwi menerangkan, bantuan logistik berupa makanan memiliki batas kedaluwarsa. Sehingga harus digunakan sebelum waktunya agar tidak sia-sia. Bantuan ini akan kedaluwarsa pada bulan Desember. Itu sebabnya logistik seperti makanan siap saji, lauk pauk dan tambahan gizi akhirnya dialihkan untuk berbagai kebutuhan mitigasi. “Untuk gotong royong masyarakat seperti mitigasi longsor. Kemudian untuk tambahan gizi bisa diberikan ke posyandu,” ujarnya.
Namun demikian, pengalihan alokasi logistik ini juga atas dasar hasil rekomendasi dari BNPB. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan logistik ini dapat mengajukan ke BPBD. Dwi memastikan BPBD akan mengabulkan permohonan tersebut. Itu dengan catatan kegiatan masyarakat untuk mitigasi bencana. “Yang penting tujuannya jelas untuk mitigasi bencana,” tegasnya.Dwi menguraikan, bantuan logistik senilai di atas Rp 500 juta ini hanya untuk persediaan. BNPB dapat menggelontorkan bantuan lagi ketika memang terjadi bencana besar, apabila bantuan awal tidak mampu mencukupi. “Bantuan sarana dan prasarana memang rutin. Pada akhir 2013 lalu kita juga mendapatkanbantuan mobil dan sepeda motor untuk operasional,” urainya. (zam/ila)