SELASA (25/8) mendatang Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta akan kedatangan tokoh legendaris dari zaman Mataram, Ki Ageng Mangir. Tokoh sakti mandraguna itu akan kembali dihidupkan oleh teman-teman SMKN 1 Kasihan Bantul ato yang akrab dengan sebutan SMKI. Para siswa dan alumni sekolah seni itu sudah sepakat untuk mengangkat legenda dari Desa Mangiran Kabupaten Bantul untuk diangkat ke dalam sebuah pertunjukan drama kolosal yang diberi tajuk, Mangir.
Pertunjukan yang baru pertama kalinya digelar ini akan dibawakan oleh sekitar 50 pemain. Meliputi para penari, pemain teater dan pemusik. Usaha teman-teman dari SMKI untuk menyuguhkan sebuah tontonan berkualitas itu sudah disiapkan jauh hari dengan kerja keras. Setiap hari seluruhan pemain terus mengadakan latihan di Taman Budaya sejak pukul 19.00 WIB hingga larut malam sekitar pukul 23.00 WIB. “Kita kalo latihan enggak ngelihat waktu sih, yang penting fokus aja. Biar besok bisa tampil maksimal, meski kadang sampe tengah malam enggak masalah juga,” ungkap Wahyu Kuncoro salah satu pemain.
Tontonan dengan durasi 1,5 jam itu sudah mereka siapkan sejak bulan April lalu dan hingga kemarin, menurut mereka telah mencapai persiapan 90 persen. “Sudah cukup siap untuk ditampilkan seminggu lagi. Cuma tinggal poles kanan kiri aja sih…biar bener-bener sempurna dan nantinya bisa menyisakan bekas ato kesan mendalam di benak penonton,” harap Ignatius Zordy selaku sutradara.
Lakon yang diangkat dari karya Elizabeth D Inanndiak itu diambilkan dari buku Serat Centhini. Dalam lakon itu nantinya menceritakan soal rencana perluasan wilayah yang dilakukan Kerajaan Mataram. Dan salah satunya adalah permekaran di Mangiran yang akhirnya berbuntut pada perebutan tanah Mangiran. Akhirnya, Pembayun, yaitu putri permaisuri Mataram beristri Wonoboyo ato Ki Ageng Mangir. Pertunjukan dengan tema cinta dan politik ini rencananya akan digelar gratis. Bagi yang ingin menyaksikan silhkan langsung aja datang ke Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta hari Senin (25/8) mulai pukul 19.00 WIB. (mey/man)