MAGELANG – Polres Magelang Kota kembali menangkap komplotan pencuri spesialis kendaraan bermotor (curanmor) yang cukup meresahkan masyarakat.Selain menangkap dua tersangka, seorang pedagang di Pasar Stress Magelang Selatan juga dicokok petugas. Ia diduga berperan sebagai penadah barang haram tersebut.Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto mengatakan, dua tersangka yang ditangkap adalah Susanto alias Bagong, 34, warga Kampung Jaten, Magersari, Magelang Selatan dan Hariyanto, 43, warga Kampung Malanggaten, Rejowinangun Utara, Magelang Tengah. Sedang tersangka yang diduga penadah adalah Andri Setyawan, 35, warga asal Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan. “Untuk perkembangan kasus ini, masih kami selidiki. Ada beberapa kemungkinan.Komplotan ini tidak hanya melakukan curanmor sebanyak satu kali,” kata Tommy didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, kemarin (19/8).
Kasus terungkap berawal dari polisi yang mendapat laporan dari korban yang mengaku kehilangan sepeda motor merek Yamaha Vixion bernomor polisi AA 3796 PA yang terparkir di halaman rumahnya, pada 7 Juli lalu. Usai melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus, petugas akhirnya bisa mendeskripsikan ciri-ciri tersangka.”Ternyata dua orang tersangka ini bekerja sama mencuri sepeda motor. Mereka menggunakan kunci later-T untuk membawa kabur sepeda motor tersebut,” papar Esti.Ia menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap di tempat berbeda. Bermula dari Andri yang ditangkap di rumahnya, Sabtu malam (16/8).Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan beberapa bagian sepeda motor yang diduga hasil curian. Kepada polisi, Andri mengakui bila upaya jahatnya tersebut dilakukan bersama-sama dengan Bagong. Sehari kemudian, Bagong berhasil dibekuk di Dusun Nepak, Mertoyudan. “Setelah kedua tersangka ditangkap, selang beberapa jam satu tersangka lain bernama Hariyanto juga dibekuk di Kampung Rejosari, Magersari, Magelang Selatan. Saat ditangkap, mereka tak melakukan perlawanan,” lanjut Esti.
Tersangka, bukan kali pertama melakukan tindak pidana. Setelah berhasil membawa kabur Vixion, tersangka Bagong kembali mencuri motor Mio yang terparkir di halaman rumah korban, 27 Juli lalu.Bahkan, Bagong juga mencuri sepeda motor Supra bernomor polisi H 9967 CC di Jalan Tidar. Hanya, sepeda motor tersebut terpaksa ditinggal, lantaran ia ketakutan aksinya terekam CCTV. “Mendengar kabar aksinya terekam CCTV, tersangka Bagong ketakutan. Lalu, sepeda motor yang diganti nomor plat dan bentuk fisiknya ditinggal di Lapangan Kwarasan, Cacaban, Magelang Tengah,” papar Esti.Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti. Antara lain, sepeda motor Vixion dan Mio bernomor polisi AA 6894 LT. Saat diamankan kondisi dua sepeda motor sudah dibongkar. Diduga modus komplotan pencurian sepeda motor sengaja menjual hasil curian dengan dipisah tiap-tiap bagian, untuk mengelabui petugas.”Andri yang bertindak sebagai penadah, menjual barang curian di Pasar Stress. Sementara, bagian nomor mesin dan nomor rangka kendaraandibuang di Sungai Progo,” katanya.Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian Kendaraan Bermotor dengan ancaman hukuman lima tahun pidana.(dem/hes)