WONOSARI – Langganan kekeringan sepanjang tahun di tiga padukuhan wilayah Desa Wunung, Kecamatan Wonosari, yakni Padukuhan Mulo, Kepil dan Padukuhan Karangasem, berakhir. Dari pemanfaatan sumur bor, akhirnya air mampu dialirkan ke rumah-rumah warga setempat.Camat Wonosari Iswandoyo mengatakan, sumur bor yang berhasir dimanfaatkan warga tiga pedukuhan tersebut, dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mulo. “Bagi yang sudah bisa mengakses sumur bor, kami minta untuk bersama-sama menjaga sumber air ini,” pinta Iswandoyo.Dikatakan, selain di tiga padukuhan tersebut, sumur bor yang sama akan di kembangkan di pedukuhan lain yang menjadi langganan kekeringan. “Tentu sumur bor seperti ini keberadaannya menjadi sangat penting. Karena itu, setelah di tiga pedukuhan ini, akan kami kembangkan untuk pedukuhan yang lain, seperti Wareng, Pulutan dan lainnya,” tandasnya. Kehadiran sumur bor disambut gembira warga setempat. Salah seorang warga Karangasem, Wasido (48) mengaku, musim kemarau seperti sekarang, dia sudah tidak khawatir lagi. Yang lebih menyenangkan lagi, tarif air juga sangat terjangkau. “Satu kubik air hanya Rp 5000, bisa digunakan selama tiga hari,” kata Wasido kemarin (19/8).
Dikatakan, sebelum ada sumur bor, dirinya dan warga yang lain mengandalkan air tadah hujan dan bantuan dari pemerintah. Bahkan dulu, Wasido bersama 8 jiwa lainnya dalam satu rumah punya pengalaman buruk seputaran kasus krisis air. Ketika itu, bak penampungan dikuras dan menunggu truk tangki air lewat. Namun yang ditunggu tidak datang. “Saat itu, selama tiga hari, kami pontang- panting mencari air. Dan pada saat itu benar-benar seperti musibah, cari air hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan perut saja, sangat sulit. Karena itu, kami sangat bersyukur, sekarang kebutuhan air sudah tercukupi,” ucapnya. Warga yang lain, Marsih menuturkan, saat ini untuk bisa mengakses air dari sumur bor, cukup hanya ada biaya sebesar Rp 400 ribu. Dibayar sekali, selanjutnya membayar rekening bulanan sesuai dengan kebutuhan. Menurutnya, dengan uang Rp 400 ribu, dinilai cukup terukur. “Jarak lokasi air sumur bor dari sini (rumahnya) kurang lebih 400 meter. Kami senang sudah tidak lagi menjadi langganan kekeringan, meski musim kemarau tiba,” ungkapnya. (gun/jko)