SEWON – Keberadaan jembatan timbang di jalur utama ternyata masih bisa disiasati para sopir truk nakal. Untuk menghindari pemeriksaan di jembatan timbang mereka lebih memilih jalur alternatif.Namun upaya mereka tersebut dapat ditekan dengan razia yang digelar tim gabungan di Jalan Parangtritis kemarin (20/8). Dalam razia, tim gabungan yang terdiri Ditlantas Polda DIJ, Dishub DIJ dan Dishub Kabupaten Bantul serta Jasa Raharja berhasil menjaring puluhan truk bermuatan pasir yang melebihi tonase.Kepala Kantor Pengendalian Lalu-Lintas Angkutan Jalan (KPLLAJ) Dishub DIJ Sumariyoto mengatakan para sopir truk memilih jalur Prambanan-Piyungan atau sebaliknya untuk menghindari pemeriksaan di jembatan timbangan di sepanjang jalan Solo.
“Banyak pelanggaran yang kita temukan pada kendaraan angkutan barang,” terang Sumariyoto di sela-sela razia.Pelanggaran diantaranya berupa muatan melebihi tonase. Mestinya, daya angkut truk sekitar 7,5 ton. Tetapi dalam razia banyak ditemukan truk yang bermuatan hingga 14 ton. Rata-rata truk tersebut bermuatan pasir. Disamping itu, tim gabungan juga banyak menemukan kendaraan angkutan yang menyalahi tata cara pemuatan. Bagi sopir truk yang melanggar, kata Sumariyoto, segera ditindak. Sebab angkutan yang melebihi tonase, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan jalan. “Pelanggaran berupa tata cara pemuatan dapat menyebabkan bahaya bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Tak hanya angkutan barang, razia ini juga menyasar kendaraan angkutan penumpang. Hanya saja, untuk jenis angkutan ini tim gabungan mengaku kesulitan menindak. Ketika angkutan penumpang terjaring razia dan mendapatkan sanksi biasanya akan disusul aksi demonstrasi. “Mereka hanya beroperasi sekadarnya tanpa memperhatikan berbagai surat kelengkapan,” ungkapnya.Menurutnya, razia meliputi sejumlah hal. Misalnya izin trayek, KIR dan gas buang. Pada bulan ini razia diagendakan sebanyak enam kali. Itu menyusul pada bulan Juli lalu tidak ada razia. Sebab berbarengan dengan bulan Ramadan. “Pada bulan lainnya tiga kali,” ungkapnya.Kepala Seksi Penindakan dan Pelanggaran Ditlantas Polda DIJ Hartoyo mengatakan hal senada. Dia menegaskan, banyak sopir yang mengabaikan kelengkapan surat seperti SIM dan STNK. SIM sopir angkutan seharusnya B1 umum. Tetapi ada juga yang hanya B1. “Dari situ, para sopir yang mengabaikan kelengkapan surat inipun juga turut ditindak dalam razia,” ungkapnya. (zam/ila)