BANTUL – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengakui panjang pantai di Kabupaten Bantul kalah dengan Gunungkidul maupun Kulonprogo. Panjang pantai di Bantul hanya sekitar 13,7 kilometer. Karena itu, penataan menjadi satu-satunya solusi untuk mengoptimalkan kawasan pantai selatan. “Gunungkidul 70 kilometer dan Kulonprogo 24 kilometer,” terang Kepala Bappeda Tri Saktiyana kemarin (20/8). Tri menegaskan pemkab akan bersikap tegas terhadap para pengusaha tambak udang di sepanjang pantai selatan. Setelah batas akhir pada 31 Desember 2014 pemkab tak akan memberikan toleransi lagi. Bahkan pemkab akan melakukan penutupan paksa jika ada pengusaha tambak yang nekat. “Toleransi kami hanya sebatas hingga 31 Desember,” tegasnya.Pada bulan April hingga Mei, kata Tri, bupati telah mengeluarkan surat edaran hingga dua kali. Tetapi masih ada saja pengusaha tambak udang ilegal yang nekat. Pada akhirnya pemkab pun melunak.
Tri menerangkan setelah penutupan tambak udang pemkab akan menata dengan detail kawasan pantai selatan. “Sesuai dengan visi misi Bantul,” tegasnya.Kawasan pantai selatan nantinya akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi kreatif, bukan ekonomi komoditas. Menurutnya, penataan kawasan pantai selatan akan diatur dalam perda. Hanya saja, sampai saat ini penggodokan materi perda zonasi tersebut masih 40 persen.
Terpisah, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka mengatakan penanganan tambak udang ilegal merupakan tanggung jawab semua. Satpol PP perlu berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Misalnya, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Kelautan dan Perikanan. “Setiap SKPD mempunyai peran sendiri-sendiri. BLH misalnya terkait persoalan dampak lingkungan,” urainya. (zam/ila)