BANTUL – Selain sudah resmi terdegradasi ke Divisi Utama, Persiba Bantul juga sudah dipastikan menjadi penghuni posisi juru kunci Wilayah Timur kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2014.Dengan hanya mengoleksi poin enam, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini juga tidak dapat naik ke peringkat 10 lantaran hanya memiliki sisa dua pertandingan saja. Klub yang tepat satu tingkat di atas mereka, Perseru Serui sudah mengemas 16 poin.Hari ini, Persiba akan berhadapan dengan tim yang sedang berjibaku menjauhi zona degradasi Persiram Raja Ampat. Laga ini bakal dihelat di markas Laskar Bahari-julukan Persiram Raja Ampat, Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman.
Asisten Pelatih Persiba Didik Listiyantara mengakui jika timnya sudah tidak memiliki kepentingan apa-apa di sisa laga. Sekalipun bisa menyapu bersih dua pertandingan terakhir, Persiba sudah pasti menjadi tim terburuk di Wilayah Timur. “Sebab apa pun hasil dalam dua pertandingan terakhir tetap saja menempatkan Persiba sebagai juru kunci,” tandas mantan pelatih Persewon Wondama tersebut.Namun Didik menyatakan, Persiba masih menghidari sesuatu yakni tidak menjadi klub terburuk di ISL 2014. Jika dilihat secara overall perolehan poin Persiba tertinggal satu angka dari juru kunci Wilayah Barat Persijap Jepara. Ya, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap Jepara saat ini mengemas tujuh poin.
Menurut Didik, agar tidak terlalu malu, seharusnya Persiba bisa memiliki perolehan poin lebih baik dari Persijap. Untuk itu Didik meminta agar anak asuhnya bisa memanfaatkan dua pertandingan sisa. “Ya, paling tidak kami harus bisa lebih baik dari Persijap yang saat ini menghuni juru kunci Wilayah Barat,” tambahnya,Terpisah, Pelatih Sajuri Said menandaskan Persiba wajib memberikan hiburan kepada para suporter. Meskipun dukungan warga Bantul ke Persiba menurun tahun ini tetap saja pecinta Lskar Sultan Agung harus diberikan senyum sebelum petualangan Ezequiel Gonzales dkk m engakhiri petualangan di kompetisi kasta tertinggi.Apalagi dengan laga yang digelar di Sleman sangat mungkin ada mobilisasi suporter Persiba ke MIS. Tentunya dukungan suporter ini akan memacu semangat bertanding anak-anak Bumi Projotamansari. “Selain itu rentetan kekalahan tujuh kali berturut turut seharusnya diakhiri. Kami harus tetap memberikan kebanggaan kepada para pendukung,” jelasnya.
Sayangnya, dalam laga ini kekuatan lini belakang Persiba dipastikan keropos. Salah satu bek yang cukup diandalkan Slamet Widodo absen karena akumulasi kartu kuning. Padahal Persiba tidak memiliki pelapis mumpuni.
Praktis Sajuri terpaksa harus menurunkan bek muda Sunni Hizbullah. Di level ISL U-21 Sunni memang mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai bek berbakat. Tetapi masalahnya Sunni tidak memiliki jam terbang cukup di level senior. “Mau tidak mau saya menurunkan Sunni. Terus terang lini belakang sangat riskan,” paparnya.Di kubu lawan, Persiram benar-benar menargetkan kemenangan. Dua kekalahan berturut di kandang sendiri membuat Persiram tergelincir ke peringkat sembilan Wilayah Timur. Itu berarti hanya berselisih tiga angka dari penghuni zona merah Perseru Serui.Karena itulah pelatih Persiram Gomes de Olivera menyatakan, kemenangan dari Persiba adalah wajib. Sebab dengan raihan tiga angka Persiram hampir pasti bertahan di ISL musim depan. (nes/din)