BUPATImelihat, gerakan ISIS yang berubah menjadi IS (Islamic State) cukup massif. Ini terbukti dengan banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang tertarik dan bergabung dengan organisasi tersebut. ” Paham ISIS berubah menjadi IS (Islamic State),” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin saat Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Magelang di Ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang kemarin (20/8).Bupati Magelang meneruskan, keberadaan ISIS dan sekarang ajaran paham baru tersebut berkembang melalui pemberitaan. Baik cetak maupun elektronik.Karena itu, bupati mengajak pada pertemuan tersebut menjadi strategis untuk mengambil langkah yang tepat dalam menangkal paham tersebut. Tujuanya agar paham tersebut tidak meracuni masyarakat Kabupaten Magelang.”Kita semua perlu mengambillangkah konkritsetelah pertemuan ini,” ajak bupati.Sebagai langkah awal,pada kesempatan tersebut, ia mengajaksemua elemen membulatkan tekad menolak dan mengambil langkah agar ajaran tersebut tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat Kabupaten Magelang.
Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitonomengajak seluruh elemen masyarakat merapatkan barisandalam menangkal paham radikalisme yang masuk Kabupaten Magelang. Menurutunya, paham itu merupakan musuh bersama. “Selain memecah belah, paham seperti itu juga bisa menimbulkan konflik horisontal,” katanya mengingatkan.Pada kesempatan tersebut, juga dibacakan pernyataan sikap dan penandatanganan penolakan ISIS oleh pemerintah dan perwakilan elemen masyarakat Kabupaten Magelang oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama DRS H Rachmat. Hadir menyaksikan, tokoh Muspida. Seperti bupati, DPRD, Kejari, Pengadilan, Kejaksaan, dan Kodim. Tidak ketinggalan, ketua MUI Kabupaten Magelang, ketua PD Muhamadiyah, ketua PC NU, dan ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat atau FKDM.(ady/hes)