MAGELANG – Pemkot Magelang kekurangan pegawai sebanyak 567 orang. Tetapi, upaya meminta pengganti pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak itu tidak bisa dipenuhi. Tahun ini, Pemkot Magelang meminta sejumlah itu. Termasuk 150 formasi untuk tenaga pengajar atau guru. Oleh Kementerian Pendayangunaan Aparatur Negara (Kemenpan), hanya disetujui 56 lowongan. Alasannya masih sama. Yaitu, terkait kebijakan moratorium pemerintah pusat soal pengangkatan CPNS pada 2011. Karena itu, bisa diprediksi pendaftaran seleksi pegawai baru tak bisa menutupi kekurangan pegawai.”Kemarin sudah ajukan 567 formasi CPNS. Ternyata hanya disetujui 56 oleh Menpan. Padahal, tahun lalu kami juga mengadakan seleksi CPNS untuk mengisi 35 formasi tenaga guru,” kata Kabid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Magelang Susmiyati kemarin (20/8).
Lebih jauh dijelaskan Kabid Mutasi BKD Pemkot Magelang Syarifudin Hidayat, tahun ini, ada 105 PNS yang akan masuk masa pensiun. Rinciannya, 75 pegawai fungsional dan 30 orang merupakan pegawai nonfungsional. Di mana, surat keputusan pensiun 105 pegawai tersebut sudah terbit. “Sejak diberlakukan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2014, salah satunya mengatur perpanjangan usia pensiun, ada beberapa pegawai yang tetap ingin pensiun tahun ini. Namun, pegawai yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan tidak memperpanjang masa kerja,” paparnya.Terkait penerimaan pegawai tahun ini, BKD masih menunggu rincian formasi yang disetujui Kemenpan. Mulai tahun ini, mekanisme pendaftaran juga berbeda dibanding sebelumnya. Nantinya, tes CPNS tidak lagi menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK). Tetapi mengerjakan melalui aplikasi Computer Assisted Test (CAT).”Pihak dari Provinsi Jateng akan memfasilitasi komputer bagi peserta saat mengerjakan soal. Selain itu, setiap peserta juga memiliki username berbeda. Demikian juga dengan soalnya, dibuat tidak sama,” paparnya.Lebih lanjut, materi soal yang diujikan adalah tes kompetensi dasar (TKD), meliputi wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan tes kompetensi bidang (TKB) sesuai kebutuhan jabatan. Ia berharap calon peserta tes seleksi CPNS agar familiar dengan CAT, agar saat mengerjakan soal tidak kaget.”Simulasi CAT bisa dipelajari melalui internet. Masyarakat bisa mengakses dengan mudah,” katanya.(dem/hes)