JOGJA – Meskipun sukses menggelar laga Derby d’ Jogjakarta menghadapi PSS Sleman di Stadion Mandala Krida Selasa (19/8), panpel PSIM Jogja sepertinya akan memindah venue pertandingan kontra Persinga Ngawi Sabtu (23/8).Alasannya, dengan keadaan Stadion Mandala Krida yang sedang direnovasi, sangat tidak mungkin menggelar laga dengan penonton di sana. Saat menggelar laga tanpa penonton melawan PSS, tim PSIM memang mendapatkan dukungan penuh dari suporter. Karena tidak dapat masuk ke stadion, kelompok suporter Brajamusti dan The Maident hanya menyaksikan laga dari trotoar di Jalan Gondosuli, yang ada di timur Stadion Mandala Krida.
Dari arah itu, penonton dapat melihat langsung jalannya pertandingan lantaran tribun timur stadion sedang dibongkar.Tetapi keadaan seperti ini tentu tidak menguntungkan bagi finansial PSIM. Sebab, panpel Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja sama sekali tidak mendapat pemasukan dari penjualan tiket pertandingan. Ditambah biaya keamanan yang membengkak pada laga itu, sehingga panpel benar-benar tekor. “Karena itu, sepertinya sulit bagi kami kembali menggelar pertandingan di Stadion Mandala Krida,” tandasnya.Melihat beberapa stadion yang ada di wilayah DIJ panpel PSIM sepertinya sudah menjatuhkan pilhan ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Memang PSIM sempat ditolak pengelola SSA saat hendak menggelar pertandingan lawan PSS di sana. Tetapi karena lawannya Persinga Ngawi, dia optimistis Panpel PSIM mendapatkan lampu hijau.
“Waktu kami ingin melawan PSS sih pengelola SSA beralasan Selasa lalu itu masih masuk periode perawatan. Kalau begitu seharusnya Sabtu nanti sudah selesai. Jadi kami cukup yakin dapat menggunakan SSA,” kata pria yang akrab disapa Edo tersebut.
SSA memang menjadi tempat paling ideal bagi PSIM mengelar laga kandang. Selain bisa menampung penonton cukup banyak, Kabupaten Bantul merupakan salah satu basis suporter PSIM yang besar. Laga menghadapi Persinga juga cukup memiliki nilai jual mengingat pertandingan tersebut adalah laga terakhir PSIM di babak penyisihan Divisi Utama 2014.Selain pertandingan terakhir, laga lawan Persinga juga menjadi pertandingan hidup mati bagi PSIM. Bila menang menghadapi Laskar Alas Ketonggo-julukan Persinga sedangkan sehari sebelumnya PSBI Blitar takluk dari Perseman Manokwari di Madiun, Topas Pamungkas cs melaju ke babak 16 besar. “Karena itu kami sangat antusias menggelar laga ini,” jelasnya.Sayangnya sampai sekarang para pemain PSIM masih berancang-ancang melakukan aksi mogok. Ya, jika gaji Agustus tidak dibayar sebelum pertandingan lawan Persinga, Topas cs akan menarik diri dari pertandingan.Manajemen PSIM sendiri masih mengusahakan agar hak-hak pemain terbayarkan sebelum pertandingan lawan Persinga. Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa mengatakan, manajemen tentunya tidak ingin PSIM mengalami WO pada pertandingan terakhir. (nes/din)