MAGELANG – Usai melakukan pengamanan pada kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Balai Metrologi Wilayah Magelang, belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang harus mendorong mobil dinasnya. Karena kendaraan operasional mereka, yang berjenis Toyota Hilux, tidak bisa jalan alias mogok. Sebelumnya, mereka membiar lampu besar menyala. Akibatnya, aki mobil tekor.”Akinya tekor,” ungkap Kasi Operasi dan Trantib Kantor Satpol PP Kota Magelang, OT Rostrianto yang ikut mendorong mobil jenis pikap tersebut, kemarin (20/8).
Menurut Rostrianto, mogoknya kendaraan operasional Satpol PP karena mobil tersebut paling sering digunakan. Setiap hari, mobil yang merupakan pengadaan tahun 2012 tersebut juga berfungsi sebagai mobil pengangkut. Termasuk saat penertiban pedagang, pengemis, gelandangan, dan orang tak waras (PGOT), hingga penyakit masyarakat lainnya.”Bahkan, pelanggaran lalu lintas juga ada yang diangkut dengan mobil ini. Setiap hari, pokoknya mobil ini keliling terus,” paparnya.Pria yang akrab disapa Otros ini menilai, mogoknya kendaraan operasional bukan karena minimnya perawatan. Karena instansinya sudah ada anggaran khusus perawatan kendaraan dan servis rutin yang dilakukan.”Servis selalu dilakukan, perawatan juga iya, karena sudah ada anggarannya. Mogok ya baru pertama ini. Kemungkinan karena terlalu jauh daya jelajahnya,” kelitnya.
Akibat kejadian tersebut, rombongan Satpol PP Kota Magelang tidak bisa kembali ke kantor dengan menggunakan mobil yang dicat coklat kehijauan tersebut. Apalagi upaya mendorong agar hidup tidak berhasil. Karena mutung, akhirnya mobil tersebut ditinggal di Kantor Balai Metrologi Wilayah Magelang. Sementara para petugas Satpol memilih jalan kaki ke kantor yang berjarak sekitar 1 kilometer.”Biar ditinggal saja di sini. Nanti kami datangkan montir. Kita ke kantor jalan kaki saja, biar sehat,” kata Otros.(dem/hes)