BANTUL – Tenaga Persiba Bantul sepertinya sudah benar-benar habis untuk menjalani sisa petualangan mereka di ajang Indonesian Super League (ISL) 2014. Menyambangi markas Persiram Raja Ampat di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (21/8) Persiba bukan saja kalah, namun juga tidak bisa memberikan perlawanan.Selama 90 menit bermain, lini serang yang dimotori Ezequiel Gonzales tidak bisa memberikan ancaman ke gawang Persiram. Ya, tidak ada satu pun percobaan tembakan yang dilepaskan Eze cs sepanjang pertandingan. Inilah penampilan terburuk Persiba sepanjang musim.
Untungnya buruknya penyelesaian akhir Persiram membuat Persiba tidak kalah terlalu telak. Laskar Sultan Agung- julukan Persiba Bantul “hanya” kalah 3-0. Dewa Laut-julukan Persiram membuka keunggulan lewat gol Mbida Messi pada menit ke-16. Memasuki menit ke-20 seharusnya Persiram dapat memperbesar keunggulan 2-0 lantaran mendapat hadiah penalti dari wasit. Sayang eksekusi Habob Bamogo mampu dibendung penjaga gawang Andi Setiawan. Namun Persiram berhasil menebus kegagalan penalti pada menit ke-34. Berawal dari serangan cepat penyerang Engle Bird Sani membawa Persiram unggul 2-0 lewat golnya.
Mmasuki babak kedua, Persiba tetap tidak bisa memberi tekanan. Paling pol mereka cuma dapat membawa bola sampai 1/3 lapangan terakhir Persiram. Puncaknya pada menit ke-79 Leonard Tupamahu sukses menggenapkan kemenangan Persiram jadi 3-0.Asisten pelatih Persiba Didik Listiyantara mengatakan, apa yang ditampilkan Persiba di Sleman benar-benar jauh dari keinginan tim pelatih. Hal ini memang tidak lepas dari absennya beberapa kunci kemarin. “Benar-benar jauh dari yang kami harapkan. Serangan tidak ada, pertahanan pun lemah. Kami seperti kalah kelas dari Persiram,” sergah mantan pelatih Persis Solo dan Persewon Wondama tersebut.Adapun pemain-pemain Persiba yang absen antara lain Emile Mbamba, George Oyedepo, Slamet Widodo dan Stevie Bonsapia. Mbamba dan George sedang mengalami sakit. Sedangkan Stevie memiliki keperluan di Jakarta. “Celakanya Samet Widodo juga kena akumulasi. Terpaksa kan kami menurunkan Sunni (Hozbullah) yang minim jam terbang. Ditambah absennya George juga membuat kami memaksa M Aulia jadi bek. Di depan Atsushi tidak mampu menjadi pengganti Mbamba. Permainannya buruk sekali,” jelasnya.
Pelatih Persiram Gomes de Olivera mengaku senang dengan kemenangan timnya. Pasalnya, kemenangan ini membguat Persiram melejit ke peringkat lima Wilayah Timur. Tambahan tiga angka hampir pasti membuat Persiram aman dari jeratan degradasi. Tetapi Persiram harus waspada lantaran tinggal memiliki satu pertandingan sisa. “Padahal banyak rival kami dalam misi lolos degradasi yang memiliki tabungan pertandingan lebih banyak. Laga terakhir lawan Persiba Balikpapan jelas harus dimenangkan untuk memastikan posisi kami di ISL musim depan,”jelasnya.Meskipun puas, Gomes menilai ada beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama penyelesaian akhir. Di musim ini saja, Persiram memang menjadi salah satu tim dengan serangan tempul karena hanya bisa mencetak 17 gol. (nes/din)