JOGJA – Jam tangan ini dinamai Jam Tery” jam tangan aromaterapi sebagai perelaksasi pikiran. Inovasi jam tangan tersebut merupakan kreasi Tri Handayani, Ratnasari, Ardya Fatma Winarni dari prodi Pendidikan IPA, Ayu Natasya Ferdiyantika Ratri dari prodi Pendidikan Biologi dengan dibawah pengawasan Dosen Pembimbing Purwanti Widhy.Salah seorang mahasiswa Tri Handayani mengatakan salah satu cara untuk mengobati stress seperti ketegangan, kepanikan dan kelelahan mental adalah dengan menggunakan aroma terapi. Dengan mencium bau yang wangi, pikiran akan terelaksasi. Relaksasi mengurangi stress terjadi melalui kerja transmitter yang ada di otak, dengan cara menghambat dan memutus rangsangan penyebab stress sehingga rangsangan yang mencapai otak bawah sadar menjadi kecil atau bahkan hilang.
Selain itu, rrelaksasi juga dapat merangsang munculnya zat kimia yang mirip dengan beta blocker di saraf tepi yang dapat menutup simpul simpul saraf simpatis kemudian berguna untuk mengurangi ketegangan dan menurunkan tekanan darah.”Sampai saat ini produk jam tangan yang dibuat, khusus kami peruntukkan bagi wanita remaja ke atas karena desain kami yang cocok untuk wanita. Merk dagang produk yang diproduksi adalah Tery,” kata Handayani.Produk jam yang dihasilkan, memiliki 3 variasi. Yakni, variasi bulatan jam tangan, variasi liontin untuk meletakkan aromaterapi, dan yang terakhir variasi rantai. Variasi bulatan jam terdapat 3 macam warna yaitu, hitam, abu abu, biru, dan putih. Variasi liontin terdapat 3 bentuk yaitu lingkaran, oval, dan belah ketupat. Liontin ini terbuat dari perak dengan kadar 975 yang sudah termasuk kadar standar perak.Sedangkan variasi rantai jam terdapat 2 jenis yaitu rantai tali dan rantai logam monel. Rantai tali dan rantai monel pun bermacam-macam bentuk dan warnanya. Hal ini dilakukan sesuai permintaan pasar. Cara penggunaan jam tangan ini cukup mudah. Pemiliknya membuka dua liontin di samping bulatan jam kemudian mengisi dua liontin tersebut dengan penyerap yang berbentuk padatan yang terbuat dari serbuk kayu. Penyerap tersebut kemudian di tetesi dengan aromaterapi cair. “Kemudian liontin di tutup kembali dan jam tangan dapat digunakan,” jelas Handayani.
Setiap pembelian jam tangan dilengkapi dengan penyerap aromaterapi dan aromaterapi cair yang beraneka aroma antara lain, lemon, grass, nightqueen, apel, mango, dan lain-lain. Aromaterapi dalam jam tangan ini bertahan hingga kurang lebih 1 bulan. Jadi setiap aromaterapi habis, dapat ditetesi aromaterapi cair kembali. “Kami juga menyediakan isi ulang penyerap aromaterapi dan aromaterapi cair,” ungkapnya.Selain itu diberikan garansi setiap pembelian jam tangan ini selama 1 bulan karena tim mendapat garansi oleh mitra sebagai salah satu cara menarik konsumen. Soal harga cukup terjangkau mulai Rp 65 ribu hingga Rp 170 ribu.”Untuk mengerjakan jam tangan ini kami bekerja sama dengan pembuat bulatan jam, tukang reparasi jam tangan yang berjualan di Pasar Malioboro, pengrajin perak yang memproduksi liontin tempat aromaterapi dan pengrajin gelang,” tambahnya. (*/laz/gp)