SLEMAN – Lalu lintas di sepanjang Jalan Kaliurang sangat padat. Khususnya saat jam-jam sibuk, saat pagi hari maupun sore hari.Namun sarana pendukung, khususnya traffic light belum memadai. Di beberapa persimpangan belum terpasang traffic laight. Akibatnya sering terjadi kemacetan. Bahkan beberapa kali terjadi kasus kecelakaan.Salah satu lokasi yang sering terjadi kemacetan adalah di Pertigaan Besi-Jangkang, Candisari, Sardonoharjo, Ngaglik. Di titik tersebut, kendaraan yang melintas di jalan Kaliurang sangat ramai. Ditambah laju kendaraan dari arah Timur. Praktis penumpukan kendaraan sering terjadi.
Riswanto, 35, salah seorang pengendara sepeda motor mengungkapkan, Pertigaan Besi seharusnya dipasang trafic light. Jika jam berangkat dan pulang kerja, pertigaan itu sering terjadi kemacetan. Ditambah lagi jika tidak adanya polisi yang mengaturnya. Sehingga kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari. “Ya meski hanya waktu tertentu, misalnya pulang pergi kerja,” ujarnya kemarin (21/8).Jalan Kaliurang merupakan salah satu akses utama menuju objek-objek wisata di Kabupaten Sleman, seperti kawasan Kaliurang atau lereng Gunung Merapi. Belum lagi keberadaan sejumlah perguruan tinggi. Praktis jumlah kendaraan yang melintas setiap harinya selalu padat.
Riswanto yang bekerja di Gondokusuman, Jogja itu setiap harinya mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Pakem. Ia harus berangkat lebih awal jika tidak ingin terjebak kesemrawutan kendaraan, khususnya di pertigaan yang cukup lebar. “Manfaat tidak hanya tertib lalu lintas. Tapi juga meminimalisasi kecelakaan,” ujarnya.Hal serupa dikatakan Dwi Putra. Mahasiswa UII itu cukup khawatir ketika melintas di persimpangan. Apalagi, pengguna kendaraan terkadang tidak ada yang mengalah. “Kadang suka khawatir, masing-masing pengendara tidak mau kalah,” ujarnya.Dwi yang setiap hari bersepeda untuk berangkat ke kampus berharap, persimpangan yang cukup ramai harus dilengkapi dengan rambu lalu lintas.(fid/din)