MUNGKID – Kepolisian Resort (Polres) Magelang kembali menangkap dua pengedar ganja di Kabupaten Magelang. Dari tangan tersangka, didapati barang narkotika berupa tiga ons ganja. Saat ditangkap petugas, pelaku dalam keadaan tak sadar alias terpengaruh obat-obatan. Penangkapan pengedar narkoba dilakukan di Kecamatan Muntilan. Kedua pelaku merupakan mantan narapidana dalam kasus yang berbeda.Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono menyatakan, dari penangkapan pengedar ganja tersebut, diketahui merupakan mantan narapida. Kedua tersangka adalah Arif Bachtiar, 25, warga Kelurahan Tidar, Kecamatan Magelang Selatan. Sedangkan satunya, Yohanes Iwan, 30, warga Kelurahan Rejowinangun, Kota Magelang.”Dua pengedar ganja ditangkap di Jalan Yasmudi, Kecamatan Muntilan. Mereka ditangkap saat akan bertransaksi satu paket ganja seberat tiga ons,” papar Murbani Rabu (20/8).
Sementara itu, Kasat Narkoba AKP Eko Sumbodo menjelaskan, kedua tersangka ditangkap petugas bersama barang bukti ganja tiga ons yang dibeli Rp 800 ribu. Rencananya, oleh mereka ganja tersebut akan dijual lagi. Namun, keduanya keburu ditangkap.”Kedua tersangka dijerat pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” katanya.
Akibat perbuatannya, Arif dan Yohanes terancam hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara atau denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.Eko menjelaskan, tersangka Yohanes merupakan mantan narapidana. Ia baru dua pekan keluar dari rutan. “Keluar dari penjara selama empat tahun, karena kasus narkoba,” katanya.
Sedang Arif, baru lima bulan lalu keluar dari penjara karena melakukan pencurian dengan kekerasan. Ia mencuri handpone dan sepeda motor. Akibat dua kasus tersebut, ia mendekam di penjara selama empat tahun.Terkait tindak pidana yang dilakukan, Arif mengaku dalam kondisi tidak sadar. Karena, ia mengkonsumsi 50 pil dekstrometorfan (dekstro) setiap hari. Saat ditangkap polisi, ia tengah dalam pengaruh pil dekstro.Kepada polisi, dirinya mengakui ketagihan pil dekstro. Sejak sekolah di tingkat SMP, pengamen di Terminal Soekarno-Hatta Magelang ini mengaku setiap hari mengkonsumsi pil dekstro. “Dari mengamen, saya bisa memperoleh Rp 40 ribu-Rp 50 ribu setiap hari. Saya gunakan membeli 50 pil dekstro,” katanya.(ady/hes)