MAGELANG – Para pedagang kaki lima (PKL) di Pusat Kuliner Jendralan Kecamatan Magelang Tengah meminta Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membangunkan wc umum. Tuntutan tersebut karena di lokasi tersebut belum ada wc umum.Mereka beralasan, tidak adanya tempat buang hajat tersebut membuat konsumen tidak nyaman untuk menikmati suguhan kuliner yang ada. “Di sini belumada fasilitas wc umum Pak. Kami minta kepada Pak Wali membangunnya,” pinta Awud saat saat acara halalbihalal di Pusat Kuliner Jendralan, kemarin.Pada kesempatan tersebut, wali kota yang sedianya akan hadir, karena acara mendadak di Semarang, ia mewakilkan pada Wakil Wali Kota Joko Prasetyo.
Awud meminta penataan PKL Jendralan bisa dilakukan berkelanjutan demikelangsungan usaha mereka. Sebab, kondisi Pusat Kuliner Jendralan belum ramai seperti pusat kuliner lainnya.Dalam acara tersebut, Joko Prasetyo menyerahkan 20 unit gerobak pada PKL Jendralan yang diwakili Edy. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap PKL.Sebelum membaca sambutan tertulis wali kota, Joko Prasetyo berjanji menyampaikan keinginan PKL agar lokasi tersebut dilengkapiwc umum pada wali kota dan SKPD terkait. Pembangunan fasilitas WC memang diperlukan agar ada kenyamanan, baik pedagang maupun pengunjung.Joko mengakui, kondisi PKL Jendralan belum seramaiPusat Kuliner Tuin Van Java, Sejuta Bunga, Kartika Sari, dan lainnya.”Mari bersama-sama mencari solusi yang baik, agar pusat kuliner bisa ramai,” papar Joko.
Untuk meramaikan lokasi tersebut, lanjut Joko, wali kota akan menerbitkan instruksi agar pegawai negeri sipil (PNS) makan siang di Pusat Kuliner Jendralan.”Lokasi bisa ramai, kalau kita yang meramaikannya. Karena itu, PNS diminta makan siang di sini,” janjinya.Kasi Pemberdayaan dan Penataan PKL Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Y. Marjinugroho menerangkan, jumlah PKL yang berjualan di Jendralan ada 57 pedagang. Mereka menjajakan aneka macam makanan.”Yang berjualan siang hari ada 30 pedagang. Sedangkan pada malam hari ada 27 pedagang. Malam hari jarang yang berjualan, karena lokasinya masih sepi,” katanya.(dem/hes)