SLEMAN – Sejumlah petani melon di Sleman mengeluhkan hasil panen melon orange yang cenderung menurun. Kondisi tanaman yang tidak baik menjadi penyebabnya. Hal itu disebabkan kondisi tanah yang kurang baik dan pengairan yang kurang memadai.Sumunar, 60, salah seorang petani melon orange di Sawahan Kidul, Wedomartani, Ngemplak, Sleman mengatakan, panen melon orange tahun ini hasilnya tidak sebagus tahun lalu. “Banyak yang kecil, karena pertumbuhannya tidak sempurna,” kata dia kemarin (21/8).Ya, jenis melon orange itu idealnya bisa dipanen selama 70 hari sejak pertama bibit melon ditanam. Perawatan selama masa tanam pun selalu rutin dilakukan. Namun karena kondisi tanah kurang bagus, sehingga pertumbuhan tanaman melon pun terganggu.
Sumunar dan petani lain hanya memanfaatkan buah melon yang berukuran besar untuk dijual. Saat ini, satu kilogram dijual dengan kisaran harga Rp 8.000-9.000. Sedangkan yang berukuran kecil, biasanya dijual dengan cara berbeda. Biasanya disetorkan ke beberapa penjual jus. “Kalau yang kecil-kecil tetap dijual. Tapi ya harganya murah,” imbuhnya.Ia menerangkan, buah melon orange berukuran kecil juga dipengaruhi tanaman kurang maksimal dalam menyerap makanan. Meski perawatan rutin dilaukan, tetapi hasil buahnya pun tidak sesuai harapan. Dengan luas lahan 3.000 meter, Sumunar bisa mendapatkan panen melon 4 sampai 5 ton. Namun panen kali ini, ia hanya mengantongi tidak kurang dari 3 ton.Petani lain Enggal, 21, menuturkan, dalam satu lahan tanaman buah melon orange, hasilnya belum tentu sama. Ada tanaman yang cepat menyerap makanan, ada juga yang lambat karena kondisinya kurang bagus. “Istilahnya kalau ikan, satu kolam belum tentu besarnya sama,” kata dia. (fid/din)