SLEMAN – Kesadaran untuk melestarikan seni budaya tradisi terus dilakukan oleh Dimas Diajeng Daerah Istimewa Jogjakarta (Dimjeng DIJ). Salah satunya adalah dengan menggelar field program bertajuk Ayo Nyobi lan Mirsani Dolanan Anak (Anoman). Program ini digelar di SD Model, Botan, Wedomartani, Sleman, kemarin (22/8).Ketua Kelompok I Finalis Dimjeng DIJ 2014 Arsyad Mustahid Rizqy mengungkapkan, saat ini posisi dolanan tradisi mulai tergerus. Permainan modern seperti gadget telah merambah anak-anak. Meski secara teknologi memiliki nilai postif, tetap saja ada dampak buruknya.”Meski sifatnya tradisi dan ada yang menilai ketinggalan zaman, maknanya tinggi. Permainan tradisi atau dolanan anak mengedepankan interaksi langsung. Juga tidak bersifat individual,” kata Arysad.
Melalui Anoman ini pula para finalis Dimjeng DIJ 2014 ini mengajak anak-anak untuk turut melestarikan. Dolanan anak tidak hanya sekadar permainan. Ini juga termasuk warisan seni budaya dari para leluhur.Dalam kesempatan ini Dimjeng DIJ 2014 yang masuk dalam kelompok 1 menghadirkan ragam permainan tradisi. Di dalam Aula SD Model Botan, para Dimjeng mengajak anak membuat mainan dari janur kelapa.Arysad pun berharap field program ini dapat menjadi model acuan yang diterapkan. Sehingga Dimjeng DIJ hanya menjadi pemicu agar pelestarian ini terus berlangsung. Tidak hanya kepada para siswa, tapi juga guru, bahkan para orangtua siswa.”Sesuai dengan tema Dimjeng DIj 2014 yaitu hamemayu ajining diri, migunani tumraping nagari. Di mana kita selalu menghadirkan dan melestarikan suatu nilai yang sangat bermanfaat bagi lingkungan,” katanya.
Sementara itu koordinator kelas 3 SD Model Botan Wedormartani Untung Subekti mendukung langkah para Dimjeng DIJ ini. Selain melestarikan juga mewariskan nilai etika dan estetika dolanan anak.Sesuai sifatnya, anak lebih efektif belajar melalui sebuah permainan. Bagi Untung, tentunya program yang diusung ini akan mendatangkan manfaat ke depan. Anak selain lebih kreatif, juga tetap menjaga nilai-nilai luhur.”Meski bukan hal baru, ini sangat bagus bagi anak. Antusiasme anak pun tinggi untuk mengenal ragam dolanan tradisi yang dimiliki. Banyak nilai-nilai yang bisa didapatkan,” tandas Untung. (dwi/laz)