JOGJA – Bermain adalah salah satu kebutuhan anak dalam tumbuh kembang sehari-hari. Tidak hanya membantu perkembangan motorik, secara psikologis bermain pun sangat baik untuk anak. Lembaga pendidikan anak usia dini ECCD RC merespons hal ini dengan mengadakan Festival Anak Merdeka, kemarin (22/8).Bertajuk Beri Aku Kesempatan untuk Bermain, festival ini melibatkan ratusan anak. Tidak hanya para siswa ECCD RC, namun juga para siswa dari sekitar ECCD RC di Jalan DI Panjaitan, Jogjakarta.”Dunia anak adalah bermain, mereka bisa banyak belajar dari bermain. Biarkan anak memilih mainan mereka, dengan siapa mereka bermain tanpa memandang suku, agama, ras, maupun sosial ekonomi. Tentu saja tetap dalam dampingan orang dewasa agar anak tetap bermain dengan aman,” kata Koordinator Divisi Trainning dan Media Kampanye Endang Retno Widuri Sukrisna di sela acara.
Dalam Festival Anak Merdeka ini, anak diajak bermain bersama. Dalam kesempatan ini, anak diberikan kebebasan untuk memilih permainan yang mereka suka. Permainan seperti estafet bola enthong, bowling botol, bus kardus, pindah bendera, botol bocor dan susun kaleng tersaji.Ruri menambahkan, ragam permainan ini tidak bersifat lomba. Sehingga lebih mampu memupuk kebersamaan dengan pengenalan dan saling berbagi. Setiap anak saling bekerja sama untuk menjajal setiap permainan yang ada.”Intinya anak bukan bersaing satu sama lain, tapi saling mengenal dan berbagi. Setiap permainan pun mengedepankan kekompakan dan kerja sama tim. Nilai-nilai inilah yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak,” kata Ruri.
Dalam kesempatan ini Ruri juga menghimbau kepedulian para orangtua. Hak bermain bagi anak ini harus terpenuhi. Ini karena bermain tidak hanya bersifat permainan, tapi juga belajar.Dalam kesempatan ini Ruri menyampaikan bahwa orangtua jangan terlalu mengekang keinginan anak untuk bermain. Kasus yang kerap terjadi anak dipilihkan permainan apa yang cocok. Padahal, permainan ini belum tentu baik bagi perkembangan anak.Beberapa nilai etika dan estetika pun tetap menjadi pertimbangan penting. Tujuannya agar anak tidak hanya bermain secara jasmani, namun juga secara mental psikologisnya. “Jangan juga memberikan permainan agar anak berhenti merengek. Tapi lihat apakah baik untuk anak tanpa mengindahkan haknya untuk bermain. Bebaskan anak untuk memilih dengan apa dan siapa dia bermain. Tentunya kita orang dewasa harus terus mendampingi,”kata Ruri.Di akhir permainan seluruh anak diajak memberikan cap tangan di kain bertuliskan Beri Aku Kebebasan untuk Bermain. Kain sepanjang 4 x 2 meter ini nantinya akan dipasang di halaman depan ECCD RC.”Sebagai sebuah simbol bentuk kampanye pemenuhan hak anak. Ini digambarkan dengan cat yang berwarna-warni melambangkan ragam kekayaan,” tambah Ruri. (dwi/laz)