MUNGKID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2014, harga kambing mengalami kenaikan. Kondisi itu terpantau di pasar hewan sebulan sebelum hari raya kurban.Nuruddin, pedagang kambing di Pasar Hewan Muntilan menyatakan, harga kambing untuk kurban sudah mulai naik. Harga kambing kurban sudah di atas Rp 2,5 juta per ekor. Ada juga yang harganya Rp 1,7 juta per ekor. Meski begitu, harga kambing Rp 1,7 juta dengan ukuran yang kecil dan bobotnya lebih rendah dibanding lainnya. “Sekarang harga kambing sudah mulai naik, ya dikisaran antara Rp 100 ribu – 150 ribu per ekornya. Kalau mendekati hari pemotongan nanti, kenaikan harga mencapai Rp 300 ribu per ekor,” jelas Nuruddin di Pasar Hewan Muntilan Kamis (21/8).
Harga kambing kurban berada dikisaran Rp 1,5 juta – Rp 3 juta per ekor. Sekarang ini, pembeli hewan kurban didominasi pedagang dari luar daerah. Seperti dari Semarang, Salatiga dan Jogja. Soal jenis kambing yang dipilih, juga beragam. Jenis Jawa misalnya, harganya bervariasi. Mulai Rp 1,5 juta – Rp 2 juta. Sedangkan kambing jenis gembel, antara Rp 1,7 juta hingga Rp 3 juta per ekornya. “Harga hewan qurban mulai merangkak naik. Kebanyakan para pedagang yang datang dari luar daerah. Para pedagang ini membeli hewan kurbanuntuk dijual kembali. Sehingga nawarnya masih rendah,” imbuhSumarsono, pedagang hewan lainnya.
Menurut Sumarsono, permintaan kambing sekarang ini mulai ramai. Terutama pedagang kambing yang datang dari luar Magelang. Sebab harga kambing di pasaran saat ini mulai ada kenaikan. “Sedangkan hewan kurban paling diminati adalah domba. Terutama permintaan dari Jogja. Kebanyakan membeli memilih domba. Harganya bervariasi, mulai domba ukuransedang hingga besar,” katanya.Banyaknya serbuan dari pembeli dari luar kota, membuat suasana Pasar Hewan Muntilan lebih ramai dari biasanya. “Kenaikan tajam terjadi seminggu menjelang hari raya kurban,” kata Rohadi, pedagang asal Kecamatan Kaliangkrik.Menurut Rohadi, harga hewan kurban kambing gibas, antara Rp 1,7 juta – Rp 3 juta per ekor. “Saya saja barusan beli dua ekor kambing senilai Rp 6 juta,” katanya.(ady/hes)