JOGJA – Kabar baik menghinggapi kubu PSIM Jogja kemarin (22/8). Peluang mereka ke babak 16 besar dipastikan terbuka lebar lantaran penghuni posisi kedua klasemen Grup 5 Divisi Utama, PSBI Blitar mengalami kekalahan 2-3 dalam laga pamungkas kontra Perseman Manokwari di Stadion Willis Madiun.Dengan demikian, jika sore ini Laskar Mataram-julukan berhasil megalahkan Persinga Ngawi, angka mereka menyamai perolehan poin PSBI, 18. Melihat rekor head to head serta selisih gol yang lebih baik dari PSBI, maka bila menang PSIM dinyatakan berhak menempati peringkat dua dan mendampingi PSS Sleman di babak 16 besar.Sejatinya jika lolos ke babak 16 besar kemungkinan masalah demi masalah bakal menanti PSIM. Selain urusan finansial, PSIM dihadapkan pada sulitnya mencari stadion tempat menjamu lawan-lawan di second season.
Untuk menjamu Persinga saja, PSIM harus mengungsi ke Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara lantaran proses renovasi yang sedang dijalankan di Stadion Mandala Krida. Belum lagi mereka juga harus menyediakan dana ratusan juta karena wajib bertandang ke Kalimantan dan Papua.Namun Kapten PSIM Topas Pamungkas menegaskan dia dan rekan-rekannya tidak peduli dengan masalah itu. Ya, bagi para para pemain PSIM, impian mereka tetap sama dengan beberapa bulan lalu, yakni meloloskan Laskar Mataram ke babak selanjutnya.”Kalau kami para pemain tetap pada pendirian untuk meloloskan PSIM ke 16 besar. Karena sekarang peluang sangat terbuka pasca kalahnya PSBI dari Perseman, kami bakal total menghadapi Ngawi,” jelas pria yang sebentar lagi bakal menjadi ayah ini.
Sebelumnya, para pemain PSIM memang berencana melakukan aksi mogok lawan Persinga jika gaji Bulan Agustus belum dibayar. Namun kabar terakhir manajemen PSIM sudah menyiapkan dana membayarkan hak pemain Agustus. Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara menyatakan, PSIM selalu melihat suatu celah yang dapat dimasuki. Karena peluang ke 16 besar benar-benar sangat terbuka maka dia memastikan Laskar Mataram all out dalam meladeni Laskar Alas Ketonggo-julukan Persinga.”Yang namanya kami ikut kompetisi, setiap celah ya harus dimanfaatkan. Kami punya peluang besar melaju ke babak 16 besar. Jelas hal tersebut tak boleh disia-siakan sesulit apapun keadaan PSIM saat ini,” jelasnya.
Sayangnya PSIM tidak turun dengan kekuatan lengkap sore ini. Penyerang sayap andalan mereka Tri Handoko dipastikan absen lantaran harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Absennya Handoko jelas sedikit mempengaruhi kekuatan PSIM. Tapi dia yakin dengan kualitas pemain pelaps mengingat di posisi sayap, PSIM memiliki stok pemain melimpah.Di kubu Persinga Asisten Pelatih Sigit Wicaksono menyesalkan simpang siurnya venue pertandingan. Pasalnya, dengan begitu Persinga tidak dapat melakukan uji lapangan.Namun Sigit menegaskan timnya tetap siap meladeni PSIM apapun situasinya. Tapi, Sigit mengaku Persinga akan tampil lepas meskipun juga berpeluang menembus babak 16 besar.”Saat ini kami ada di posisi tiga dan berpeluang ke 16 besar. Namun kami akan tampil lepas. Lolos bagus kalau tidak lolos berarti belum rezeki,” jelasnya. (nes/din)