JOGJA – Rektor UII Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc. menegaskan, seiring dengan kesungguhan yang tinggi dalam meningkatkan kualitas akademik di UII, berbagai prestasi membanggakan telah berhasil ditorehkan oleh civitas akademika UII. Untuk mengawali prestasi tahu ini (2014), prestasi-prestasi tersebut banyak diraih di bulan April lalu.Dijelaskan, mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur UII atas nama Ibrahim Malik pada April lalu memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan JICE (Japan International Cooperation Center).
“Bersama 95 orang mahasiswa Indonesia lainnya yang berasal dari berbagai universitas, ia memperoleh kesempatan selama 9 hari untuk belajar tentang perencanaan dan tata kota di Jepang,” tegas Rektor UII Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc.. Sementara itu mahasiswa UII atas nama Adam Ikhya Alfarokhi terpilih menjadi duta bahari mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke tingkat nasional dalam Program Kapal Pemuda Nusantara Sail Raja Ampat 2014. Prestasi membanggakan tersebut diraihnya setelah berhasil melalui tahapan panjang mulai dari seleksi berkas hingga seleksi kompetensi di bidang kepariwisataan dan wawasan nusantara. Program tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut.
Selain itu, kepercayaan membanggakan juga diterima oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi UII, atas nama Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., yang terpilih sebagai salah satu anggota executive board of International Universities Search and Rescue Council (IUSRC) dalam rapat general council di Turkish Republic Northern Cyprus (TRNC) pada 24 April 2014. Menurut Rektor, IUSRC mempunyai tujuan untuk memperkuat dan mendekatkan hubungan antarmasyarakat dunia secara umum dan secara khusus bagi prguruan tinggi dan mahasiswa agar saling tolong menolong dalam isu kemanusiaan, seperti membantu korban bencana dan lain sebagainya. “Pada tahun 2012, UII bersama 30 universitas dari 20 negara, ikut menginisiasi berdirinya IUSRC,” ujarnya.
Berbagai torehan tersebut menandakan bahwa civitas akademika UII mampu menunjukkan keunggulan untuk bersaing dengan civitas akademika di universitas lain, tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa eksistensi UII bukan hanya terlihat dari semakin baiknya manajemen kelembagaan, tetapi juga terlihat dari kualitas output civitas akademika yang dibuktikan dengan prestasi gemilang. “Oleh karenanya, UII akan terus mendorong dan mengapresiasi secara penuh raihan prestasi tersebut dan menjadikannya sebagai tradisi,” pungkasnya. (adv/jko)