BANTUL -Karena sudah tak berpengaruh apa-apa lagi, Persiba Bantul dipastikan tidak akan serius mempersiapkan pertandingan kontra Persiba Balikpapan. Ya, Laskar Sultan Agung-julukan Persiba Bantul bakal menjamu Tim Beruang Madu-julukan Persiba Balikpapan di Stadion Sultan Agung (SSA) 5 September mendatang.Melihat sudah habisnya energi para pemain Persiba, tim pelatih sepertinya tidak akan terlalu ngoyo meminta Ezquiel Gonzales dkk meraih kemenangan. Karena hal itulah, usai dibekap Persiram Raja Ampat di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Kamis (21/8), Persiba meliburkan latihan dalam waktu cukup lama.
Asisten Pelatih Persiba Didik Listiyantara mengatakan, Persiba baru kembali berlatih pada 1 September mendatang. Dengan demikian, Eze cs sama sekali tidak berlatih selama hampir dua pekan. “Intinya pertandingan terakhir bisa dibilang hanya formalitas. Sebab kami sudah pasti finis di posisi juru kunci Wilayah Timur ISL. Menghadapi Persiba Balikpapan kami lepas saja,” jelasnya.Sejatinya Persiba sempat memiliki kenangan indah dengan Persiba Balikpapan. Bertandang ke Stadion Persiba Balikpapan pada laga perdana ISL 2014, Persiba sukses mencuri satu angka. Memberi perlawanan sengit Persiba berhasil memaksakan hasil imbang 1-1.
Sayangnya setelah laga di Balikpapan ini, performa Persiba langsung drop. Kekalahan seolah mejadi teman akrab untuk klub besutan Sajuri Said tersebut. Tren bruk ini tidak kunjung berakhir hingga penghujung babak penyisihan. Persiba pun harus rela berlaga di Divisi Utama musim depan.”Pada putaran pertama lalu kami memang menahan Persiba Balikpapan di Balikpapan. Tapi sayangnya setelah itu kami langsung drop. Mudah-mudahan saja sejarah meraih satu angka di Kalimantan membuat pemain bersemangat,” jelasnya.Didik mengaku tim pelatih tidak memberikan tugas apa-apa untuk para pemain. Sebab dengan sisa laga yang hanya satu akan percuma memerintahkan pemain memperbaiki kondisi fisik.
“Tak ada tugas apapun untuk para pemain. Sebab buat apa juga membenahi kondisi fisik mereka kalau laga terakhir tak berpengaruh lagi. Saya hanya berharap pemain masih memiliki semangat di laga terakhir agar dapat menjadi pelipur lara,” tegasnya.Menyoal performa penyerang asing Atsushi Yonezawa, Sajuri selaku pelatih mengaku sudah memperkirakan kalau permainan penggawa asal Jepang tersebut buruk. Sebab, sejatinya Atsushi bukanlah pemain yang sesuai dengan standar kompetisi kasta tertinggi.Tetapi pada pertengahan musim Sajuri memang tidak punya pilihan lain selain merekrut Atsushi. Ya, karena terpuruk Persiba sangat membutuhkan tambahan pemain di posisi depan.”Atsushi memang bukan pemain standar ISL. Tapi mau bagaimana lagi kami terpaksa merekrutnya. Tak ada pilihan lain kecuali mengontraknya,” sergah Sajuri. (*/din)