JOGJA – Tahun 2014 ini, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIJ telah menyalurkan empat beasiswa studi ke Tiongkok. Minat masyarakat, terutama pelajar untuk mendapatkan beasiswa pendidikan ke Tiongkok cukup tinggi. “Setiap ada kesempatan beasiswa yang mendaftar pasti banyak, hanya saja kemampuan bahasa belum semuanya baik, sehingga memang harus ketat untuk seleksinya,” ujar Ketua BKPBT DIJ Jimmy Sutanto kemarin (22/8).Menurutnya selain berbekal pengetahuan yang cukup dan syarat lainnya, kemampuan bahasa adalah yang terpenting. Karena ini modal komunikasi ketika para pelajar yang mendapat beasiswa belajar di sana. Sehingga tidak menemukan kesulitan untuk mengeksplorasi diri, menggali pengetahuan dan pengalaman di Tiongkok.
Seperti empat penerima beasiswa yang disalurkan BKPBT DIJ misalnya, mereka telah lolos seleksi dan syarat untuk menerima beasiswa. Empat penerima beasiswa tersebut yakni Juliana, laoshi dari SMP Kalam Kudus yang akan mengambil S2 di Yunnan Normal University kota Kunming. Juga Renita yang saat ini masih duduk sebagai mahasiswa sekolah Vokasi UGM yang akan mengambil S1 di Jinan University kota Guangzhou. Ada pula Melia Handoko, siswi SMA Santa Maria yang akan mengambil pendidikan di Huaqiao University, Xiamen. Serta Philia yang merupakan laoshi dari TK Budi Utama yang akan mengambil pendidikan Diklat Guru TK di Guangzhou. “Untuk keempat penerima beasiswa tersebut telah dilakukan tanda tangan perjanjian pada 3 Agustus lalu, yang ditandatangani langsung oleh penerima, wali dan notaris,” ujar Jimmy.
Dirinya menambahkan dari tahun ke tahun, BKPBT DIJ telah menyalurkan beasiswa pendidikan. Setiap kali ada penerima beasiswa yang baru, sharing pengalaman dari mereka yang sedang belajar di Tiongkok maupun yang sudah lulus selalu dilakukan. Selain bertukar cerita dan pengalaman, kesempatan ini juga sekaligus dapat menjadi tambahan wawasan bagi para penerima beasiswa sebelum terbang ke Tiongkok. “Pengarahan tentu juga kita berikan, harapannya beasiswa yang diterima benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kelak saat mereka pulang ke tanah air dapat mengabdi pada nusa dan bangsa dengan ilmu yang didapat,” ujar Jimmy. (dya/ila)