PANPEL PSIM Jogja lagi-lagi nyaris gagal menggelar pertandingan. Bahkan, hingga kemarin sore (22/8), mereka belum mendapatkan venue yang digunakan untuk menjamu Persinga Ngawi. Beruntung, lobi Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti berhasil. Panpel PSIM akhirnya mendapatkan lapangan setelah wali kota Jogja itu melakukan lobi. Sore ini PSIM bakal menjamu Laskar Alas Ketonggo-julukan Persinga- di Stadion Sasana Krida Akademi Angkata Udara (AAU). Padahal dalam menggunakan AAU, setiap tim biasanya harus mengajukan izin jauh-jauh hari sebelum laga. Akibat mengusahakan Mandala Krida dan Stadion Sultan Agung (SSA) Panpel baru mengajukan Izin ke pihak AAU kemarin.
Ketua Panpel PSIM Ricardo Putro Mukti Wibowo mengucapkan terima kasih atas kepada HS yang sudah turun langsung membantu Laskar Mataram mendapatkan tempat pertandingan. Selain pada HS, pria yang akrab disapa Edo tersebut juga sangat berterima kasih pada Gubernur AAU Marsekal Pertama (Marsma) Sugihardjo karena mengizinkan Stadion Sasana Krida digunakan.”Terima kasih atas kepeduliannya. Tanpa bantuan beliau berdua mungkin kami sudah gagal menggelar pertandingan,” jelasnya.Tidak sesuai dengan perkiraan awal, panpel PSIM ternyata tetap sulit mencari stadion meskipun klub yang dilawan hanyalah Persinga. Suporter Persinga tidak memiliki sejarah perseteruan dengan suporter PSIM sehingga pertandingan ini seharusnya aman digelar di mana pun.
“Ya kenyataannya kami gagal menggunakan SSA karena tidak dapat izin dari Polres Bantul. Mencoba di Stadion Mandala Krida tanpa penonton juga tidak mendapat izin dari Polresta Kota Jogja maupun Balai Pemuda Olahraga (BPO) selaku pengelola. Ya dengan terpaksa kami harus menggunakan AAU,” paparnya.Ya, Panpel PSIM patut bersyukur dengan lampu hijau dari AAU. Sebab, jika hari ini gagal menggelar pertandingan, PSIM tidak hanya terkena sanksi WO, melainkan juga pemotongan tiga poin.Pemotongan tiga poin bakal membuat PSIM hanya mengoleksi 12 poin di akhir musim atau sama dengan yang diraih penghuni posisi juru kunci sementara PSBK Blitar. Celakanya, di musim ini, PT Liga Indonesia memberlakukan aturan head to head terbaik jika ada dua tim yang memiliki nilai sama. Di musim ini PSIM sendiri kalah dalam rekor pertemuan dengan PSBK. Di kandang sendiri, PSIM kalah 1-3. Sedangkan saat bertandang ke Blitar, skor berkesudahan 1-1. “Jadi kalau kami gagal menggelar laga, poin kami 12 atau sama dengan PSBK. Apapun hasil Madiun Putra FC (MPFC) v PSBK hari ini (kemarin, Red) PSIM terdegradasi karena kalah head to head dari PSBK,” jelas Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Katawa.(nes/din)