SLEMAN – Terhitung bulan Agustus 2014, Dit Resnarkoba Polda DIJ menangkap sembilan tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu. Para pengedar itu mendapatkan barang dari Magelang dan Banyumanik, Semarang.Dir Resnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Andi Fairan mengatakan, hingga 22 Agustus 2014, pihaknya mengungkap tujuh kasus penyalahgunaan narkotika. Dari kasus itu, dibekuk delapan tersangka laki-laki, dan seorang tersangka perempuan.”Klasifikasi kasus, tiga tersangka sebagai pengedar dan enam tersangka sebagai pengguna,” kata Andi kepada wartawan kemarin (22/8).
Dari penangkapan itu, pihaknya menyita barang bukti berupa ganja seberat 38,41 gram, dan sabu 12,93 gram. Selain itu diamankan pula alat bukti lainnya untuk mendukung transaksi dan penggunaan narkotika.Andi menambahkan, salah satu tersangka Rs, 21, diduga mengedarkan sabu-sabu yang diperoleh dari seseorang di Banyumanik, Semarang. Setiap mengambil ia membawa 50 gram. Sedangkan paket sabu siap edar, dijual seharga Rp 600 ribu.”Rs diduga mengedarkan narkotika golongan 1. Kita masih lidik perkembangan jaringannya,” imbuhnya.Modus operandi, Rs mendapatkan barang dengan jumlah cukup banyak. Kemudian ditimbang dengan ukuran sama rata, lalu dimasukkan dalam plastik. Rs baru mengedarkannya ketika mendapat perintah dari bandarnya melalui HP.”Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 UU No 35 th 2009. Ancaman paling ringan lima tahun,” jelasnya.
Hasil koordinasi dengan jajaran kepolisian di DIJ-Jateng, rata-rata pengedar memperoleh barang dari luar daerah. Sedangkan di DIJ, hanya digunakan sebagai pasarnya saja. Selain sabu, Dit Resnarkoba Polda DIJ juga mengamankan penyalahgunaan ganja yang diperoleh dari tersangka berinisial Sk alias Gendon. Ia ditangkap di Karangjambe, Banguntapan, Bantul, Senin (18/8).Kasubdit III Kompol Angling Kuntoro menambahkan, dari seluruh tersangka, satu di antaranya perempuan berinisial Dn. Ia diduga menggunakan sabu. Petugas mengamankan perempuan berusia 30 tahun itu di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman. Barang bukti yang disita sabu seberat 0,3 gram sisa pakai dan beberapa peralatan lainnya.”Dn mengkonsumsi bersama temannya. Kami akan lakukan pengejaran,” katanya.
Rs, 21, salah satu pengedar sabu mengatakan, ia mendapatkan barang tersebut dari Banyumanik. Setelah itu, barang diedarkan di Jogja. Rs sendiri menyiapkan sebanyak tujuh paket sabu. Satu paket berisi kurang lebih 50 gram, dengan harga Rp 600 ribu. Dalam pengedarannya, ia bisa meraup keuntungan Rp 3 juta.”Pada umumnya dua minggu barang sudah habis terjual,” kata Rs. Pria yang bekerja di salah satu warung kopi di Jogja itu menjelaskan, barang akan diedarkan ketika mendapat instruksi dari bandarnya. Dikatakan, sabu biasa diletakkan di pinggir jalan permukiman warga. Setelah tugas dijalankan, ia akan mendapatkan upah melalui rekening bank. “Nanti upahnya di transfer melalui rekening bank. Saya pinjam buku tabungan untuk transaksi upahnya,” kata dia. (fid/laz)