KULONPROGO – Lima transmigran asal Kulonprogo segera diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara (Sulteng). Sebelum berangkat, mereka diberi pembekalan oleh Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo, kemarin (22/8). Kelima transmigran tersebut, antara lain Sumidi dan Tusiman (warga Bumirejo, Kecamatan Lendah), Sukirdi warga Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh), Harsix Waputa (warga Kedundang, Kecamatan Temon), dan Poniran Ismail warga Hargotirto, Kecamatan Kokap.Mereka akan mengadu nasib di daerah baru, tepatnya di wilayah Wawondengi, Amohola, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulteng. Selain mendapat wejangan khusus dari bupati, mereka juga mendapat bantuan modal masing-masing Rp 5 juta. “Bantuan modal yang diberikan total Rp 25 juta untuk lima KK. Kami berharap bantuan modal itu bisa disisihkan untuk usaha,” kata Hasto saat memberikan pembekalan di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (21/8) malam.
Sangu Rp 5 juta tersebut bisa digunakan untuk membeli hewan ternak, seperti ayam atau kambing, kemudian dipeliharan dan dikembangkan untuk tambahan pendapatan. “Saya doakan semoga di sana mereka penuh berkah, sukses dan bahagian kedepannya,” tandas Hasto.Dalam Hasto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada kelima transmigran, karena telah mengikuti program pemerintah. Diharapkan di lokasi yang baru, semua dapat giat dan tekun bekerja, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, dan menempuh masa depan yang lebih baik.Kepada Sukirdi, 40, Bupati Hasto memberi pesan khusus, agar mau mengajar di sana. Sukirdi yang berangkat bersama istri dan satu anaknya memiliki bekal pendidikan D2. Menurut Hasto, selain bertani, Sukirdi sangat memungkinkan untuk mengajar, karena mempunyai bekal pendidikan yang cukup.
Sementara kepada Harsix yang berpendidikan SLTA Otomotif, Bupati Hasto berharap selain bertani juga mau berjuang untuk membuka usaha bengkel. “Maksimalkan apa yang kalian punya, Insyaallah sukses,” ucapnya.Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KulonprogoDrs Eka Pranyata menambahkan, selama 12 bulan pertama di lokasi transmigrasi, setiap KK akan mendapat jaminan hidup berupa beras dan ikan asin. “Kami telah melakui survei lokasi. Persisnya lokasi para transmigran nantinya berjarak sekitar 15 kilomter dari Kendari atau sekitar 2 jam perjalanan. Lokasinya cocok untuk pertanian,” katanya. (tom/jko)