JIKA penggemar kuliner takut kolesterolnya naik, jangan khawatir. Karena tempat ini menyajikannya dalam sajian yang rendah kolesterol. Pemilik Forest Kitchen & Gelato Robert Gunawan mengatakan sajian ayam dan bebek ini berbeda dengan tempat makan lainnya, selain kolesterol yang rendah juga dikemas menarik. “Selain makanan nusantara, kita juga sajikan aneka menu Eropa dan Chinese food,” ujar Robert.Dirinya mengatakan selain mengutamakan rasa, secara penampilan menu ayam dan bebek ini juga disajikan cantik diatas piring. Untuk menu bebek panggang misalnya, diracik menggunakan bumbu pilihan. Kelezatan bebek panggang Forest ada pada racikan bumbu dan cara pemanggangannya.
Daging bebek terlebih dahulu direndam 30 menit dalam campuran 20 macam rempah. Selanjutnya dikering dan dianginkan dengan digantung selama tiga jam agar rempah menyerap sempurna. Baru kemudian dipanggang. Cara memanggangnya beda dari umumnya. Menggunakan oven berbahan stainless, mirip Apollo, selama tiga jam. Satu jam pertama pada suhu 100 derajat celcius, lalu suhu dinaikkan 200 derajat celcius. “Dengan cara ini lemak sebagian besar hilang dan paling enak dinikmati dengan celupan saus Hoisin,” ujar Robert.
Dirinya menambahkan resto dengan tiga nuansa berbeda ini memberikan pengalaman berkuliner yang lain. Interior di lantai satu bernuansa formal, sedangkan lantai dua bernuansa lebih santai dan rileks. Sementara itu di lantai tiga menghadirkan nuansa hutan tropis yang cocok untuk mengadakan acara seperti ulang tahun. “Kami tidak hanya menawarkan sajian masakan berselera, tetapi suasana yang dapat menambah kenikmatan bersantap,” terangnya.Variasi menu lainnya, Forest menyajikan dengan banyak ragamnya, seperti sup buntut, garang asem ayam dan kepala ikan kakap. Juga ada sajian ikan pepes, rawon, sayur asem dan sebagainya. Selain itu, juga ada menu Chinese food seperti salmon gulung, capcay goreng, ayam Hongkong dan burung dara saus Inggris. (dya/ila)