KULONPROGO – Kepadatan angkutan barang di jalur selatan wilayah Kabupaten Kulonprogo mulai berdampak. Truk tronton dan kontainer dengan tonase tinggi telah membuat titik kerusakan jalan mulai nampak. Hal ini juga mengundang kekhawatiran dewan yang akhirnya meminta pemerintah segera mengatisipasi kerusakan. “Padatnya arus kendaraan berat di ruas jalan arteri wilayah Kulonprogo harus diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur. Terutama jembatan yang berukuran panjang maupun yang struktur bangunannya tidak terlalu kuat,” terang Widiyanta SPd, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kulonprogo saat dikonfirmasi di gedung dewan (22/8).
Widiyanta mengungkapkan, antisipasi itu penting terlebih informasi yang diterimanya, pengalihan jalur untuk angkutan barang di jalur selatan akan berlangsung hingga perbaikan jembatan Comal selesai. Sementara perbaikan jembatan Comal diprediksi hingga Desember 2014. “Berarti padatnya arus lalu lintas di jalan nasional itu akan terjadi sekitar lima bulan. Maka itu harus dilakukan pengawasan dan pengaturan yang cukup ketat, saya khawatir beberapa jembatan akan mengalami kerusakan,” ungkapnya.Widiyanta mencontohkan, kondisi jembatan Progo dengan bentang yang cukup panjang cukup riskan untuk dilalui kendaraan berat dengan jumlah yang cukup banyak. Ia sedikit ragu dengan kekuatan penyangga jembatan jika kendaraan dengan beban berat tidak berhenti membanjiri jalur selatan. “Ini sangat mengkhawatirkan, khususnya jika kemacetan terjadi di atas bentang jembatan, saat beberapa kendaraan berat berada di atas jembatan. Oleh karena itu dinas perhubungan dan kepolisian bisa melakukan antisipasi dengan pengawasan ketat di lokasi yang rentan terjadi kerusakan akibat padatnya lalu lintas kendaraan berat tersebut,” harapnya.Pada bagian lain Widiyanta menyebutkan, selain kerusakan infrastruktur jalan, banyaknya kendaraan berat yang melintas juga sangat berisiko bagi keselamatan anak sekolah yang lokasi sekolahnya berada di tepi jalan besar, khususnya untuk anak-anak Sekolah Dasar.
Pantauan Radar Jogja di lapangan, rest area yang berada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIJ tepatnya di wilayah Kokap, Kabupaten Kulonprogo menjadi titik favorit puluhan truk bertonase berat beristirahat. Antrean truk bertubuh besar dan panjang dengan roda lebih dari 16 itu menjadi pemandangan yang lazim beberapa pekan terakhir. Mereka memenuhi kantong rest area, bahkan di tepian ruas jalan di sisi kiri dan kanan. Beberapa truk dengan warna dan bentuk sama bisanya akan bergerak bersama ketika hendak melanjutkan perjalanan, mereka biasa membentuk konvoi panjang dan sangat sulit untuk didahului. Sebelumnya, Dishubkominfo Kabupaten Kulonprogo dan Provinsi DIJ, Detasemen Polisi Militer, Satpol PP serta Satlantas Polres Kulonprogo langsung menggelar operasi gabungan penegakan hukum di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Operasi bertujuan untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan mencegah kerusakan jalan yang diakibatkan kelebihan muatan. Operasi gabungan itu juga melibatkan PPNS dengan mengoperasikan timbangan portable, sehingga mudah dipindahkan dari satu titik ke titik yang lain. “Operasi serupa ini sebetulnya sudah rutin dilaksanakan oleh Dishubkominfo Kukonprogo,” terang Sukirno SIP MM, Kasi Operasional dan Pengendalian Dishubkominfo Kabupaten Kulonprogo, saat menggelar operasi di ruas Jalan Tawangsari, Pengasih yang merupakan jalan alternatif Wates-Purworejo, Selasa (19/8) lalu.
Operasi berhasil mengamankan 15 kendaraan dari 78 unit angkutan barang yang terjaring dalam operasi tersebut. Ke-15 kendaraan itu terbukti melakukan pelanggaran. Operasi diteruskan Kamis (21/8) di ruas jalan Sentolo-Kalibawang tepatnya Ploso, Kecamatan Sentolo. “Ada 26 pelanggar yang terjaring dari 97 kendaraan yang diperiksa. Kami terus meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan operasional ini, sebagai upaya penegakan UULLAJ dan bukti kepada masyarakat bahwa Dishubkominfo tidak akan membiarkan pelanggaran muatan terjadi,” tegasnya. Dalam operasi gabungan itu, tidak hanya pelanggar muatan saja yang ditindak, mereka yang melanggar Uji Berkala dan kelengkapan lainnya juga ditindak. Kepada pelanggar diberikan Surat Bukti Pelanggaran dan penyitaan tutup bak belakang. (tom/laz)