JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyambut positif Festival Gerobak Sapi (FGS) 2014. Menurutnya, gerobak sama pentingnya dengan seni dan budaya tradisi. Ini karena gerobak sapi memiliki nilai sejarah dan tradisi yang tinggi.Ditemani jajaran Muspida DIJ dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, HB X pun mengapresiasi semangat para bajingan (kusir gerobak sapi). Meski moda transportasi sudah berkembang, gerobak sapi tetap dipertahankan. Tentunya ini sangat penting sebagai wujud mempertahankan kearifan lokal. “Saya lihat FGS tahun ini lebih ramai dan rapi dari tahun lalu. Banyak gerobak baru, ini tandanya gerobak sapi mulai tumbuh dan berkembang. Tentunya ini juga sangat berpengaruh dalam melestarikan kearifan lokal ini,” kata HB X dalam pembukaan FGS 2014 di utara Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (24/8).
Antusiasme HB X dalam mengikuti rangkaian FGS 2014 ini pun tinggi. Terbukti, raja Keraton Jogja ini menghabiskan waktu yang cukup lama di tempat penyelenggaraan. Bahkan HB X dan beberapa tamu undangan berkesempatan naik salah satu gerobak peserta festival.Beberapa gerobak sapi yang dihias memang mampu mencuri perhatiannya. Terlebih gerobak sapi yang dihias oleh pelukis Nasirun. Seluruh tubuh gerobak ini berhiaskan lukisan maupun guratan. Gerobak yang awalnya berwarna coklat pun berubah menjadi penuh warna.Dalam kesempatan ini dirinya juga berpesan agar para bajingan lebih peka. Terlebih dalam hal perawatan sapi-sapi sebagai penarik gerobak. Menurutnya, selain memiliki nilai historis tradisi juga mendatangkan nilai ekonomi.”Sapinya juga jangan dipecut jika tidak perlu, karena akan merusak nilai ekonomisnya. Misal dipotong dan dikonsumsi kulit bisa dijual sebagai bahan kerajinan. Kalau dipecut nanti kulitnya nggarit lalu rusak dan tidak standar internasional karena merupakan kualitas paling rendah,” pesannya.
Mengusung tema Melintas Zaman, FGS 2014 mampu mendatangkan 200 gerobak sapi. Total peserta terbagi menjadi tiga kriteria. Dengan peserta terbanyak adalah karnaval dengan 174 partisipan. Sedangkan kategori modifikasi custom 14 gerobak dan ketangkasan mengemudi gerobak sapi sebanyak 12. Ketua FGS 2014 Bowo Harso Nugroho mengungkapkan tahun ini lebih matang dan variatif. Di mana tidak hanya hadir dalam wujud karnaval seperti tahun sebelumnya. Tentu ini menjadi nilai lebih, terutama dalam hal wisata dan juga budaya.”Untuk mengangkat kegiatan seni budaya, khususnya gerobak sapi, sehingga keberadaanya dapat terus lestari. Dampak positifnya, moda transportasi tradisional ini dapat menjadi nilai lebih dalam menunjang pariwisata di Jogjakarta,” kata Bowo. (dwi/laz)