JOGJA – Pembangunan bandara pengganti Lanud Adisutjipto di Kulonprogo terus dimatangkan. Seiring itu, kesiapan sejumlah infrastruktur telah dilakukan. Salah satunya terkait antisipasi kebutuhan sarana transportasi umum seperti taksi.Menyadari tingginya kebutuhan taksi bila bandara Kulonprogo beroperasi, seorang Kerabat Keraton Jogja RM Acun Hadiwidjojo berinisiatif meluncurkan sejumlah taksi yang berpusat di Kulonprogo. Namanya taksi Afda.”Taksi Afda memiliki garasi di Dusun Gedangan, Sentolo, Kulonprogo. Itu menjadi taksi pertama yang dimiliki Kulonprogo,” ungkap Acun di kediamannya, Ndalem Notoprajan, Jogja, kemarin (24/8).
Pria yang mendapatkan gelar kekancingan dari Sultan Hamengku Buwono X dengan nama KRT Poerbokusumo ini menyatakan, izin prinsip beroperasinya taksi Afda telah keluar dengan adanya surat nomor 551/3052 A tertanggal 15 Agustus 2014 yang diteken Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi DIJ Budi Antono.Rencananya, taksi Afda beroperasi dengan jumlah 50 unit. Untuk tahap awal, ada sebanyak 10 armada yang dioperasikan. Mayoritas sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan taksi Afda berasal dari Kulonprogo.”Saat ini ada 30 karyawan yang kami pekerjakan. Mulai sopir hingga staf kantor, mayoritas putra asli Kulonprogo. Direkturnya, Mas Sapto juga asal bumi Menoreh,” terang pria yang menjabat koordinator keamanan keraton di bawah penghageng yang dipimpin GBPH Prabukusumo ini.
Acun berharap dengan beroperasinya Afda mampu meningkatkan gairah iklim usaha di Kulonprogo, khususnya di bidang transportasi. Meski bermarkas di Sentolo, wilayah operasi Afda tak terbatas di kabupaten yang punya slogan Binangun tersebut. “Wilayah operasionalnya seluruh DIJ dengan fokus kelak adalah Kulonprogo,” tambah Acun yang bertindak sebagai pemilik tersebut.Rencananya, peluncuran resmi taksi Afda akan dilakukan 7 September mendatang. Peluncuran akan dilakukan Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX. “Kanjeng Gusti telah memastikan kesediaan akan rawuh (hadir) untuk meresmikan,” paparnya.
Kepala Dishubkominfo Provinsi DIJ Budi Antono mengatakan, pemberian kuota taksi Afda diberikan setelah dilakukan pencermatan data dan peninjauan lapangan. Langkah itu sebagai bagian dari kegiatan seleksi instansi yang dipimpinnya.
Meski demikian, dalam surat itu, Anton, sapaan akrabnya, mengajukan delapan syarat yang wajib dipenuhi manajemen taksi Afda. Di antaranya, surat izin angkutan, menguasai atau memiliki kendaraan yang layak jalan dikuatkan dengan fotokopi STNK kendaraan sesuai domisili perusahan serta fotokopi uji keur.Lalu menguasai fasilitas penyimpanan atau pool kendaraan bermotor dibuktikan dengan gambar lokasi dan bangunan serta surat keterangan kepemilikan atau penguasaan.”Adanya surat pertimbangan dari bupati atau wali kota, dalam hal ini dinas perhubungan sesuai domisili perusahaan,” pinta mantan kepala Disnakertrans Provinsi DIJ ini.Anton mengingatkan, bila enam bulan sejak terbitnya surat itu penambahan jumlah armada taksi tak direalisasikan, maka permohonan dinyatakan gugur. Kuota akan diberikan kepada perusahaan yang sanggup, dan mampu merealisasikan. (kus/laz)