SLEMAN – Setelah babak penyisihan Divisi Utama 2014 selesai, publik sepak bola DIJ patut berbangga diri. Sebab, memiliki satu wakil di babak 16 besar, yakni PSS Sleman. PSS akhirnya sukses keluar sebagai juara Grup 5.Sayanngnya langkah PSS tidak diikuti sang saudara tua PSIM Jogja. Sejatinya PSIM berpeluang merengkuh posisi runner up Grup 5. Namun, menjalani pertandingan kandang kontra Persinga Ngawi di Stadion Sasana Krida, Akademi Angkatan Udara (AAU) Sabtu lalu, Laskar Mataram justeru kalah 0-1.Karena berstatus juara Grup 5, PSS ditempatkan di Grup L bersama runner up Grup 6, Juaqra Grup 7 dan Runner Up Grup 8. Runner Up Grup 6 sudah pasti ditempati klub asal Kalimantan, Martapura FC. Adapun Juara Grup 7 ialah tim asal Jawa Timur Persewangi Banyuwangi.
Nah, teka-teki satu tim lagi yang menjadi lawan PSS di Grup L masih belum terjawab. Sebab, belum muncul tim-tim mana saja yang keluar sebagai juara maupun runner up Grup 8.Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia (PT LI) Darwis Satmoko mengatakan, belum selesainya Grup 8 diakibatkan adanya beberapa pertandingan bermasalah. Setidaknya ada empat pertandingan yang tidak terselenggara akibat ketidakhadiran tim tamu. Celakanya, laga-laga tersebut melibatkan klub-klub yang bersaing di papan atas sebut saja Persewon Wond ma, Persigubin Gunung Bintang dan PSBS Biak. “Grup 8 belum bisa kami pastikan karena ada beberapa pertandingan sedang diproses komdis. Sejauh ini baru Persiwa yang sudah lolos hanya saja belum tahu di posisi mana mereka berada apakah juara Grup atau runner up,” jelasnya.
Badan Hukum penaung PSS, PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) nampaknya sangat berharap Persiwa menjadi pemuncak Grup 8. Direktur PT PSS Supardjiono mengaku akan sangat berat bila akhir Super Elang Jawa (Super Elja) harus berada satu grup dengan Laskar Badai Pegunungan-julukan Persiwa.Akses jalan saat menyambangi Wamena merupakan penyebab mengapa PSS enggan bertemu dengan Persiwa. “Otomatis kalau lawan Persiwa bertandang ke Wamena ini yang sulit. Sebab kami harus nyambung terbang beberapa kali untuk ke sana. Biayanya pun pasti membengkak,” jelas Pardji.
Persiwa berbeda dengan kandidat kontesta 16 besar lain dari Grup 8 seperti Persewon Wondama maupun Persigubin Gunung Bintang. Ya, di musim ini Persewon berkandang di Stadion Sanggeng, Manokwari. Adapun untuk Persigubin mereka memilih Stadion Barnaba Youwe, Dafonsoro, Jayapura sebagai tempat menjamu para tamunya. “Sebab kan dua tim ini numpang di kota yang akses jalannya cenderung lebih mudah,” jelasnya.Adapun lawan lain yang patut disoroti ialah Martapura FC. Saat bersiap berkompetisi di Divisi Utama 2014, PSS sempat berhadapan dengan Martapura FC dalam sebuah laga uji coba di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Saat itu PSS yang masih dilatih Sartono Anwar ditahan imbang 1-1. “Namun kekuatan Martapura yang sekarang bisa saja berbeda dengan yang kami hadapi beberapa bulan yang lalu,” tutur Asisten Pelatih PSS Edy Broto. (nes/din)