MUNGKID – Acara tahunan Tour de Borobudur XIV kembali digelar. Tak kurang 1.000 penggemar olahraga sepeda harus menempuh Semarang-Magelang sejauh 100 km. Berbeda dengan tahun lalu, peserta disuguhi rute lebih menantang. Mereka diharuskan melalui rute yang cukup terjal dan melintas di jalur dengan pemandangan menarik. Start dilakukan di Srondol, Semarang, pukul 06.30. Total ada tigapit stopsepanjang rute perjalanan. Dari Semarang, peserta melalui Terminal Bawen dilanjutkan menempuh jarak menuju RM Rahayu di Kecamatan Grabag. Setelah itu, melintas depan gedung Akmil Magelang. Kemudian peserta menujuTugu Bunderan di Kecamatan Salaman dan menuju lokasi finish di Lapangan Hotel Pondok Tingal Borobudur. “Rute even kali ini lebih menantang. Banyak rolling tanjakan di sepanjang perjalan. Selain itu juga melaju di trek sprint dengan disuguhi pemandangan banyak hutan-hutan,” kata Yanto, peserta Tour De Borobudur saat tiba di garis finish kemarin (24/8).
Yanto merupakan peserta dari klub Bayangkara Bike Cycle (BBC). Ia tiba digaris pertama bersama dengan tiga pesepeda lain yang berbeda klub. “Start dari Semarang tadi (kemarin, Red) pukul 6.00 sampai sini (finis) pukul 09.45. Dengan rute yang cukup menantang ini, kami cukup terkesan,” imbuhnya.Ia mengaku bersama rombongan harus melalui rute yang memacu adrenalin. Sepanjang perjalanan, ia harus berhenti tiga kali. Yakni, di pit stop Bawen, Rahayu Bedono, dan Rumah Makan Rahayu Magelang. “Bersama rombongan, saya berhenti di 3 pit stop yang disediakan. Fisik harus disiapkan untuk melaju sejauh 100 km seperti ini,” tegasnya.
Ketua Panita Tour De Borobudur XVI Susanto menjelaskan, peserta yang mengikuti olahraga bersepeda ini sebenarnya lebih dari 1.000 peserta. Namun, panitia membatasi jumlah para peserta. Alasannya, kalau panitia tidak memberi batasan jumlah, peserta terus bertambah. “Tour De Borobudur diikuti seluruh pecinta sepeda di Indonesia. Ada juga peserta datang dari Jepang dari Korea,” katanya.Even tahunan ini berjalan kali ke-14 dilaksanakan. Tahun ini, panitia sengaja menyediakan rute dan garis finish yang berbeda dari tahun kemarin. Pada tahun lalu, garis finish ditempatkan di Lapangan Merah Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur. Pada penyelenggaraan tahun ini, tempat finish ditempatkan di Lapangan Hotel Pondok Tingal, tidak jauh dari Candi Borobudur. “Hingga pukul 10.15, Alhamdulilah peserta tiba di garis finish semua,” jelasnya.
Selain diikuti dari Semarang Bicycle Association (Samba), peserta juga datang dari Surabaya Road Bike Community (SRBC), Bandung, Makassar, dan klub-klub sepeda luar kota lainya. Dijelaskan, selama perjalanan pecinta sepeda harus melewati rute yang menantang. Seperti turunan di Grabag yang jalannya halus.”Kami bersukur acara ini didukung semua pihak. Termasuk dukungan Kapolda Jateng sebagai pelindung acara ini,” tuturnya. Ke depan, panitia berjanji kembali menggelar even ini dengan rute yang lebih bagus dan menarik.Rencananya, Tour De Borobudur 2015 dilangsungkan pasca Hari Raya Waisak. “Kami berencana melaksanakan setelah Waisak. Tahun depan, acara harus labih bagus dengan menambah rute perjalanan. Seperti biasa, masa pendaftaran even ini sudah ditunggu-tunggu peserta. Sebulan pascaacara, peserta mulai mendaftarkan diri,” katanya.(ady/hes)