SLEMAN – Hakim menolak permohonan penangguhan penahanan terdakwa kasus intoleransi Abdul Kholik dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Sleman kemarin (25/8). Ketua Majelis Hakim Marliyus SH menyatakan, alasan penolakan permohonan yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa tidak lengkap. Atau belum memenuhi syarat untuk bisa dilakukan penangguhan penahanan seperti diatur dalam pasal 31 KUHP. Yakni adanya jaminan berupa orang atau uang untuk menjamin sikap terdakwa tetap kooperatif untuk melanjutkan persidangan. “Karena belum terpenuhi syaratnya, sidang dilanjutkan terus dan terdakwa tetap ditahanan,” tegas Marliyus di sela sidang yang mengagendakan pembacaan eksepsi (nota keberatan) tim kuasa hukum terdakwa kemarin (24/8).
Sekitar satu jam sejak pukul 10.20, Mirzen SH, ketua tim penasihat hukum terdakwa membacakan eksepsi yang lebih banyak mempertanyakan komitmen pemerintah dan aparat dalam menginisiasi perdamaian antara terdakwa dan korban Julius Felicianus.Mirzen keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU Sugana SH yang menjerat Abdul Kholiq dengan pasal berlapis. Berupa pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP, pasal 351 Ayat 1 KUHP, dan pasal 175 KUHP Junto pasal 55 ayat (1) ke 1. Yang intinya tentang tindakan kekerasan dilakukan secara bersama-sama di tempat umum untuk menghalang-halangi suatu acara keagamaan. Mirzen menyoal tidak dilakukannya pemeriksaan terhadap saksi korban oleh penyidik Polda DIJ. Apalagi Julius Felicianus tidak dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Dakwaan JPU hanya mendasarkan pemeriksaan saksi korban lain, yakni Nurwahid,” paparnya.
Mirzen menilai, dakwaan jaksa kabur karena tanpa menyertakan keterangan Julius yang dianggap sebagai saksi utama. Di akhir eksepsinya, Mirzen meminta majelis hakim memvonis perkara tersebut dengan mengembalikan pemeriksaan perkara kepada penyidik dalam putusan sela yang dijadwalkan Senin (1/9) mendatang. Usai sidang, Yusron Rusdianto, selaku kuasa hukum terdakwa lainnya membantah tidak adanya jaminan seperti dimaksud hakim. “Sudah ada jaminan dari keluarga,” ujarnya. Karena jaminan dianggap masih kurang, Yusron bertekad melengkapi persyaratan seperti diajukan oleh ketua majelis Marliyus SH.Sidang dilanjutkan Kamis (28/8) degan agenda mendengar tanggapan JPU atas eksepsi tim kuasa hukum terdakwa.(yog/din)