MAGELANG – Para pejalan kaki dipastikan tidak nyaman berada di Kota Magelang. Setidaknya ini terlihat jika melihat Jalan Sigaluh dalam dua minggu terakhir.Jalan satu arah menuju Kawatan tersebut, pada dua sisi trotoarnya tak bisa dilewati pejalan kaki. Sisi utara digunakan menempatkan para PKL kuliner. Kini, sisi selatan juga tengah dibangun untuk penataan PKL.”Iya, jalan kaki melewati Jalan Sigaluh jadi sangat berbahaya. Karena harus lewat di aspalan. Apalagi kalau menggandeng anak kecil seperti ini,” ungkap Sukma, 32, warga Bogeman, Magelang Tengah yang melintas Jalan Sigaluh bersama dua anaknya yang masih kecil, kemarin (25/8).
Wanita yang mengaku baru saja dari Kantor Pos membayar langganan televisi merasa tak nyaman dengan kondisi tersebut. Apalagi, bila pembangunan shelter untuk PKL di trotar sisi selatan, akhirnya mereka harus berjalan di jalan aspal.”Ya, harusnya kami pejalan kaki harus dipikirkan juga. Terutama sebelum membangun sesuatu itu,” kritiknya.Ismail, 77, warga Ngentak mengalami hal yang sama. Pria yang baru mengunjungi cucunya di Kawasan Jendralan mengaku, sekarang para pejalan kaki tidak merasa nyaman di Kota Magelang.”Di Jalan Sigaluh, trotoarnya tidak bisa dipakai. Kalau dekat Kantor Telkom, malah jalannya licin karena trotoarnya pakai keramik. Sebagai orang tua, kita harus hati-hati,” jelasnya.
Dari pantauan, belasan pekerja melakukan pembangunan di trotoar sisi selatan. Sejumlah pekerja juga terlihat disibukkan membongkar keramik trotoar sisi selatan. Di setiap blok disertakan tiang besi setinggi 2,5 meter. Saat wartawan mendatangi konslutan pembangunan trotoar tersebut, mereka menolak memberi jawaban. “Silakan tanyakan saja ke DPP (Dinas Pengelola Pasar). Kami tidak berwenang memberi komentar,” ucap seorang pria yang mengaku konsultan.Ironisnya, proyek yang berjalan selama kurang lebih dua pekan itu tidak disertakan papan nama proyek. Ini membuat warga dan pengguna jalan bertanya-tanya, akan dijadikan apa nantinya trotoar tersebut.Dari data yang dihimpun Radar Jogja, rencananya proyek di Jalan Sigaluh akan dijadikan shelter untuk menampung para PKL di Jalan A Yani, depan Magelang Teater dan Jalan Pemuda (Pecinan).
Faktanya, di trotoar sisi utara saat ini juga didirikan shelter PKL. Bila realisasi shelter PKL dilakukan di sisi selatan Jalan Sigaluh, sudah pasti sebagian trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki menghilang di kawasan tersebut. Karena baik di sisi kanan dan kiri jalan arteri itu dalam waktu dekat diperkirakan menjelma jadi lahan kuliner baru.Dampak paling terasa, ialah berkurangnya kapasitas Jalan Sigaluh sebagai penghubung jalan protokol. Selain itu, trotoar yang sedianya bagi pejalan kaki, beralih fungsi menjadi tempat aktivitas para PKL. Warga berharap, selain merelokasi PKL, Pemkot Magelang juga memperhatikan estetika bagi pejalan kaki.”Seharusnya kalau bisa memperhatikan PKL, pejalan kaki juga punya hak untuk diperhatikan. Minimal jangan dihilangkan fasilitasnya,” harap Tony, warga lainnya.(dem/hes)