JOGJA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hampir terjadi di sejumlah SPBU baik di Kota Jogja maupun kabupaten-kabupaten di Provinsi DIJ. Tampak di sejumlah SPBU terdapat papan peringatan bertuliskan “BBM Habis”. Sementara di SPBU yang masih memiliki stok BMM, terlihat antrean mengular.Seperti yang terjadi di SPBU Kadipiro Jalan Wates Km 2,5 kemarin, tampak papan peringatan bertuliskan “Premiun Habis” diletakkan di jalan masuk SPBU. Aktivitas pengisian bahan bakar hanya untuk melayani BBM non subsidi.”Sudah sejak lima hari keberadaan premium terbatas,” ujar salah seorang petugas SPBU setempat, yang namanya enggan dikorankan.
Dia mengatakan sejak beberapa hari ini ada pengurangan alokasi dari Pertamina. Bila hari-hari biasa penerimaan BBM subsidi sebanyak 24.000 liter, beberapa hari belakangan hanya menerima 8000 liter. “Jumlah sebanyak itu lima jam saja sudah habis,” terangnya.Di SPBU Gedongtengen dan Sisingamangaraja di Kota Jogja, juga demikian. Petugas SPBU memasang papan tulisan “premium subsidi habis”. Sementara beberapa SPBU lainnya juga didapadati masyarakat yang mengantre panjang untuk mengisi BBM. Menurut penjelasan petugas SPBU, kekosongan stok BBM bersubsidi dikarenakan keterlambatan pengiriman dari Pertamina.
Asisten Manager External Relation PT Pertamina DIJ-Jateng Robert Marchelina Verieza Dumatubun menjelaskan, saat ini diadakan pengendalian BBM bersubsidi untuk menyelamatkan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun nanti. “Ada banyak langkah yang sudah dilakukan seperti biodiesel 10 persen, sebentar lagi akan kita naikkan 20 persen, cara lain ya pengetatan subsidi,” terangnya.Pengaturan tentang distribusi BBM bersubsidi sudah berjalan, tetapi diakuinya tidak mudah. Dirinya juga membantah jika terjadi kelangkaan BBM. Menurutnya, BBM tetap ada tetapi untuk yang bersubsidi diperketat dan untuk non subsidi tetap tersedia. “Kalau bisa mobil-mobil pribadi juga jangan ikut antre BBM bersubsidi,” jelasnya. (bhn/pra/laz)