WONOSARI – Dana keistimewaan (danais) untuk Pemkab Gunungkidul 2014, belum dimanfaatkan dengan baik. Dari total danais sebesar Rp 13. 595.684.000, ternyata baru terserap Rp 2.224.316.500. Ini artinya, danais yang masih nganggur sekitar Rp 11,3 miliar.Rendahnya serapan danais tersebut berdasarkan monitoring pada kuartal II per 11 Agustus 2014. “Konsekuensinya, tahun ini, pemkab paling tidak harus bisa menyerap anggaran sebesar 80 persen. Itu butuh kerja keras,” kata Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pada acara syawalan dan silaturahmi forkopimda, pejabat dan tokoh masyarakat wilayah Jogjakarta di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, kemarin (25/8).
Atas hal tersebut, gubernur mengingatkan, agar Pemkab Gunungkidul tidak terlena di zona nyaman. “Sebab sampai akhir tahun, perkiraan saya tidak mungkin bisa mencapai 100 persen,” tandas gubernur.Dengan realita tersebut, Sultan dengan tegas mengatakan agar jangan kemudian Pemkab Gunungkidul menggunakan danais bekerja dengan cara bandung bandawasa. “Karena belum tentu bisa dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya,” tegasnya. Gubernur yang juga Raja Keraton Yogyakarta tersebut berharap, pengguaan danais harus berorientasi skala prioritas pada pos-pos anggaran yang memiliki daya pengungkit.
Selain itu, harus mempunyai dampak berganda ke sektor-sektor yang memberikan manfaat luas. “Dengan demikian, danais dapat mengangkat kualitas budaya masyarakat, dan melipatgandakan daya mampu kelompok-kelompok masyarakat guna mendorong percepatan visi DIJ,” ujar Sultan.Menurut Sultan, Pemkab Gunungkidul harus mensosialisasikan pemahaman yang sama kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, bahwa danais adalah sekadar bantuan santunan, atau charity, kecuali bagi kelompok masyarakat rentan penerima bansos.”Meski bentuknya bansos pun, semuanya harus dipertanggungjawabkan. Selain itu pemkab harus membangkitkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatannya, sehingga danais bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin,” tegasnya. (gun/jko)