MUNGKID – Pegiat seni di Lereng Sumbing tengah menyongsong Desa Sangen sebagai desa berbudaya. Untuk mewujudkan itu, warga Desa Sangen, Kecamatan Kajoran bersama-sama menggelar pementasan berbagai kelompok kesenian.Sebagai penyemangat, pementasan kelompok kesenian dinilai dan dilombakan panitia.Panitia Penyelenggara Festival Kesenian Pencanangan Desa Sangen Berbudaya Ikbal menyatakan, perayaan ulang tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia sudah berlalu. Tetapi, atmosfernya belum hilang. Ini dirasakan benar di Desa Sangen, di mana sejumlah pentas kesenian terus berlangsung.
“Terselenggaranya sejumlah rangkaian pentas kesenian rakyat ini, selain menyongsong Desa Sangen berbudaya juga memeriahkan kemerdekaan RI,” papar Ikbal kemarin (25/8).Dijelaskan, ada beberapa perlombaan yang diselenggarakan pada acara tersebut. Di antaranya, tari kecak, leak, gambyong, dan kesenian tradisional lainnya. Sejumlah kesenian tradisional diangkat dari potensi lokal di Lereng Sumbing. “Bukan dari luar dari Kabupaten Magelang,” elaknya.Dikatakan Ikhsan, pada puncak acara festival kesenian tersebut, warga setempat menggelar pelepasan 100 balon dan penyalaan obor di sepanjang Desa Sangen.
“Sebagai wujud, desa kami siapmenyongsong desa budaya,” tegasnya.Kepala Desa Sangen Imam Suyuti berharap adanya kegiatan pentas kesenian tradisional tersebut, bisa mempersatukan masyarakat di desanya. Melalui kegiatan ini, makna arti kemerdekaan tidak hanya hura- hura. “Mereka lebih memaknai dengan rasa persatuan dan kesatuan,” katanya.Selain itu, ia beralasan lebih memilih pentas kesenian tradisional lantaran budaya tradisional belakangan ini semakin dilupakan oleh para muda. Adanya pentas kesenian tradisional ini, diharapkan para pemuda bisa mempelajari budaya bangsa Indonesia yang sesungguhnya.(ady/hes)