BANTUL – Selain di tingkat DIJ, gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26 juga diselenggarakan di setiap kabupaten. Di Bumi Projotamansari agenda FKY dibuka kemarin (25/8).Pembukaan FKY ditandai dengan kirab budaya dengan mengambil start di kompleks perkantoran Manding. Seluruh perwakilan kecamatan se-Bantul menampilkan kesenian khas mereka. Kirab budaya FKY yang baru pertama kali diselenggarakan ini di Bantul ini mengambil finish di Lapangan Trirenggo.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo mengatakan gelaran FKY dapat dijadikan sebagai media bagi setiap kecamatan untuk memperkenalkan potensi ragam kebudayaan daerah. Dalam kirab budaya ini, masing-masing kecamatan mengirimkan dua perwakilan mereka.
“Mulai tanggal 25 sampai dengan 31 Agustus,” terang Bambang di sela-sela acara.Berbeda dengan gelaran di tingkat provinsi, FKY di tingkat sangat menonjolkan ragam kesenian yang masih benar-benar tradisional. Diantaranya Gejok Lesung, Jathilan, Hadrah, hingga Tek Tek. Di Bantul, kata Bambang, gelaran FKY memang baru pertama kali. Meski begitu, Disbudpar tak mengalami kesulitan mempersiapkannya. Itu karena Disbudpar selalu turut andil dalam setiap gelaran FKY yang diselenggarakan di tingkat provinsi. “Untuk pembukaan sengaja dilakukan di kompleks Manding. Biasanya kan setiap ada agenda selalu di kompleks Parasamya,” urainya.
Itu sekaligus bertujuan mempopulerkan kompleks perkantoran Manding kepada masyarakat. Maklum, di kompleks perkantoran ini banyak terdapat kantor-kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD).Bambang menguraikan tempat pelaksanaan FKY Bantul terbagi dalam tiga wilayah. Yakni, eks pembantu bupati (Tuti) barat, eks Tuti tengah dan eks Tuti timur. Eks Tuti barat meliputi kecamatan Pandak, Sedayu, Pajangan, Srandakan, Kasihan dan Sanden. Pusat pelaksanaan di kecamatan Pandak. Di Eks Tuti barat ini pelaksanaan FKY pada tanggal 26 hingga 27 Agustus.
Sedangkan gelaran di eks Tuti tengah meliputi kecamatan Bantul, Bambanglipuro, Jetis, Sewon, Kretek,dan Pundong. Pusat pelaksanaan di kecamatan Bambanglipuro. Waktu penyelenggaraan FKY pada tanggal 28 hingga 29 Agustus.Kemudian pelaksanaan FKY di eks Tuti timur pada tanggal 30 sampai 31 Agustus. Eks Tuti ini meliputi kecamatan Banguntapan, Piyungan, Pleret, Dlingo, dan Imogiri. Pusat pelaksanaan di kecamatan Pleret. “Masing-masing lokasi dilaksanakan dua hari,” ungkapnya.Selain kirab budaya, gelaran FKY 26 ini juga diisi dengan pawai dan bazar. Menurutnya, pelaksanaan FKY menelan biaya Rp 1 miliar. Anggaran ini berasal dari dana keistimewaan (danais). Setiap kecamatan mendapatkan alokasi anggaran Rp 40 juta. (zam/ila)