SETIAP hari Senin, memang Wali Kota Sigit Widyonindito menyempatkan diri berkunjung ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Magelang. Tentu saja, kunjungan itu tidak main-main. Wali kota menjadikan ajang kunjungan tersebut menyerap aspirasi langsung dari sekolah bersangkutan.Saat wali kota datang, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh SMAN 5 Magelang. Sigit disambati soal biaya sewa Stadion Madya Sanden.Bukan tanpa alasan, sekolah itu ‘menodong’ soal itu. Sekolah ini berkepentingan menggunakan fasilitas yang cukup bagus di Kota Magelang tersebut. Ini mengingat sekolah ini cukup mempunyai prestasi di bidang olahraga. Terutama sepak bola. Beberapa pemain, bahkan ada yang menjadi pemain magang di Klub Divisi Utama. Seperti Persitema Temanggung dan PPSM Magelang.
“Secara khusus, saya meminta keringanan biaya. Jika tim sepakbola sekolah kami ingin menggunakan fasilitas Stadion Madya,” pinta Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Magelang Agung Mahmudi kepada wali kota, kemarin (25/8).Agung meneruskan, menjadi juara kompetisi sepak bola merupakan prestasi olah raga yang sering diraih sekolah tersebut. Prestasi terakhir adalah juara pertama Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Jateng. Sekolah ini berhak mengikuti LPI tingkat nasional yang digelar pada September mendatang di Malang, Jawa Timur.”Untuk menggenjot prestasi tersebut, kami latih anak-anak secara intensif. Pada saat melakukan pertandingan uji coba, sering bermain di Stadion Samapta. Untuk itu, kami minta agar biaya sewanya diberi keringanan,” paparnya.
Menanggapi permintaan SMAN 5 tersebut, wali kota akan mengkajinya dengan pihak terkait. Terutama soal biaya pemakaian Stadion Madya. Namun untuk menentukan kebijakan, dirinya berpatokan pada aturan yang berlaku.”Soal biaya sewa ada aturannya. Ini harus dikaji sebaik mungkin, agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari,” papar Sigit.Sebelumnya, mantan Kepala DPU Kota Magelang ini sempat menjadi pembina upacara di sekolah ini. Kesempatan itu dimanfaatkan wali kota memberikan motivasi dan nasehat pada para siswa.”Ingin sukses harus disipilin waktu. Lebih baik datang lebih awal dan manfaatkan waktu tersebut untuk belajar,” katanya.Menjadi orang sukses, lanjut Sigit, tidak harus jadi seorang pejabat. Saat ini, banyak bermunculan orang yang sukses pada usia muda. Contohnya, menjadi pengusaha hebat.Agar bisa meraih cita-citanya, para siswa diminta mempersiapkan masa depannya mulai sekarang. Mereka diwajibkan bekerja keras dan tidak lupa untuk banyak berdoa.(*/hes)